Categories: News

Di Aceh, Hasil Swab Tes Diketahui 1 x 24 Jam

BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, dr Taqwallah MKes, kembali menegaskan bahwa hasil swab tes Real Time Polymerase Chain Reaction (RT/PCR) tetap keluar dalam kurun waktu 1×24 jam. Penegasan Sekda tersebut disampaikan melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, Kamis 10/06/2021.

Seperti diketahui sebelumnya, sejak akhir tahun lalu, Pemerintah Aceh telah menetapkan jadwal dan kuota harian pengiriman sampel swab dari kabupaten/kota. Sampel swab yang dikirim dari daerah itu akan diperiksa di tiga laboratorium RT-PCR yang berada di RSUDZA, Balitbangkes Aceh dan Labkesda Aceh.

Skema pemeriksaan hasil swab, kata Iswanto, telah ditetapkan dalam Surat Gubernur Aceh Nomor : 440/14872 perihal pemeriksaan sampel Covid-19 dengan Tes RT- PCR, termasuk jumlah kuota sampel swab yang dapat dikirim oleh kabupaten/kota per harinya. “Sesuai surat gubernur kepada para Bupati dan Wali Kota, setiap kabupaten mendapat kuota yang berbeda. Penetapan kuota menyesuaikan dengan kondisi kekinian kasus Covid-19 tiap daerah,” kata Iswanto.

Begitupun dengan jadwal harian pengiriman sampel swab dari daerah, Pemerintah Aceh telah mengaturnya mulai dari jam pengiriman sampai dengan jam dikeluarkan hasil. “Sampel swab dikirim ke Banda Aceh pada jam yang telah ditentukan, nantinya akan diterima oleh Tim Posko Covid-19 Dinas Kesehatan Aceh, mereka yang akan bawa ke lab PCR. Dengan cara terstruktur begini, Insya Allah hasil Swab akan keluar dalam waktu 24 jam,“ tandas Iswanto.

Selain pemeriksaan swab, melalui surat itu, Gubernur juga meminta kepada seluruh kepala daerah untuk memaksimalkan peran tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas, mulai dari kepala hingga bidan desa agar ikut secara aktif mengawal upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Para Nakes juga mengawal ketat masyarakat yang masuk kategori suspek agar disiplin menjalankan isolasi mandiri. Begitupun dengan masyarakat lainnya, para nakes harus selalu mengingatkan agar mereka disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Selain rutin menerapkan protokol kesehatan Covid-19, yang selanjutnya bisa dilakukan adalah melakukan vaksinasi, sesuai dengan target dan sasaran. Pemerintah Aceh sendiri saat ini sedang gencar melakukan vaksinasi bagi pelayanan publik yang bekerja di instansi pemerintahan Aceh dan bagi lansia. “Vaksinasi menjadi upaya dan ikhtiar kita. Semoga saja kita bisa terhindar dari jangkitan virus Covid-19,” pungkas Iswanto.

|R

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Pertamina Gandeng Lintas Instansi, Jamin Pasokan BBM Aceh Tetap Lancar

Banda Aceh– PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Provinsi Aceh…

4 hours ago

Rasakan Penganan Lokal Aceh Timur di Festival Penajoh

IDI- Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh menggelar Festival…

4 hours ago

Kontrak 1.982 PPPK Lhokseumawe Akhirnya Diperpanjang, Anggaran TPP Belum Tersedia

LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh akhirnya memperpanjang kontrak 1.982 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian…

1 day ago

Komisaris dan Direktur Pertamina Patra Niaga Pastikan Keandalan Layanan SPBU

Medan – Sebagai bentuk komitmen dalam memastikan keandalan layanan energi kepada masyarakat, Pertamina Patra Niaga…

2 days ago

Kebijakan RSU Cut Meutia Akan Diserahkan ke Pemko Lhokseumawe, Bupati Ayahwa : Belum Diserahkan Sebelum RSU Mukhtar Hasbi Refresentatif

LHOKSUKON – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh merespon pemberitaan tentang rencana penyerahan operasional dan…

2 days ago

Sidak Pertamina Niaga di Banda Aceh, Pelaku Kabur Lihat Aparat

Banda Aceh – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bersama Pemerintah Provinsi Aceh dan Aparat…

3 days ago

This website uses cookies.