Categories: Parlemen

Imperialisme Pemerintahan dan Negara

Muhammad Insanul Kamil

Mahasiswa FISIP Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh 

 

Imperialisme bisa dikatakan seperti sebuah kebijakan sebuah negara memegang kendali di sebuah pemerintahan atau pun negara imperialisme dalam pemerintahan mungkin bisa saja bentuk- bentuk pemerintahan seperti kita sekarang juga merupakan “warisan” dari pemerintahan kolonial Belanda. Imperialisme sudah ada sejak abad ke 19 yang pertama kali/perdana di Inggris.

Dan Imperialisme mempunyai tujuan seperti imperialisme politik untuk menguasai suatu negara berbeda dengan Imperialisme ekonomi yang mengatur atau menguasai perekonomian suatu negara. Sedangkan imperialisme militer itu seperti yang menjaga atau mengawasi suatu wilayah atau suatu negara yang mempertahkan suatu strategis.

Macam-Macam Imperialisme itu ada Imperialisme Kuno yaitu Sebuah negara merebut negara lain yang tujuannya adalah untuk melakukan penyebaran agama, memperoleh kekayaan dan menambah kejayaannya yang berlangsung di negara spanyol dan portugal.

Dan Imperialisme Moderen mempunyai indi kepada kemajuan ekonomi. Imperialisme modern muncul sesudah revolusi industri. Industri besar-besaran sebab revolusi industri membutuhkan bahan mentah yang banyak dan pasar yang luas.

Mereka untuk mengambil sumber bahan mentahnya dan pasar untuk hasil industri, juga sebagai tempat penanaman modal untuk kapital surplus. Imperialisme politk yaitu suatu gerakan yang dijalankan untuk melakukan penguasaan berbagai jalur politik. Imperialisme politik dapat dilihat ketika pesta demokrasi, yang mana berbagai calon politik adalah bagian dari orang atau tokoh yang pernah berada dalam jabatan politik.

Menurut saya pengaruh Imperialisme terhadap kehidupan sekarang sangat berpengaruh, seperti halnya globalisasi. Globalisasi merupakan suatu konsekuensi dari berkembangnya sistem kapitalis yang memiliki dampak bagi perekonomian Indonesia.

Faktor pendukung sistem kapitalis ini adalah sumber bahan mentah yang melimpah, tenaga kerja yang memadai dan murah, serta pasar yang luas. Berkembangnya globalisasi juga memudahkan budaya asing maupun budaya negara luar masuk wilayah Indonesia. Adanya keragaman budaya di Indonesia menjadi salah satu target mudah terjadinya imperialisme.

Alasan bahwa dalam iklim baru dunia saat ini, setiap negara bergerak ke arah kesamaan dan globalisme, negara-negara luar berusaha menyamakan semua kebudayaan. Tak lain merupakan upaya untuk memusnahkan ajaran dan keyakinan agama serta identitas nasional di negara-negara berkembang, dan untuk menegakkan kekuasaan kebudayaan materialis Barat di seluruh dunia.

Dengan kata lain, Barat tidak bisa menerima variasi kebudayaan yang ada saat ini di dunia, dan berniat melemahkan, atau merubah kebudayaan semua negara dengan berbagai cara. Karena itu imperialime budaya ini perlu kita waspadai, serta harus dibangun strategi perlawanan terhadap imperialism ini.

Contoh lainnya yaitu, imperialisme digital. Seperti yang kita ketahui sekarang ini wabah Covid-19 semakin meningkat dan mempercepat terjadinya imperialisme digital. Keadaan ini membuat kita harus menggunakan digital dalam aktivitas sehari-hari seperti halnya kuliah online yang dilakukan saat ini.

Dalam perkembangan saat ini bahkan mengarah kepada sejauh mana teknologi itu menciptakan pasar serta menjadi media arus utama dan mengubah tatanan kehidupan termasuk perilaku dan kebudayaan. Kita seakan dimanjakan dengan teknologi tanpa menyadari resiko yang didapatkan.

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

350 Petani Sawit Aceh Timur Dapat Bantuan Rehabilitasi Pascabanjir, 411 Hektare Kebun Dipulihkan

IDI– Sebanyak 350 petani sawit swadaya di Kabupaten Aceh Timur mendapat bantuan rehabilitasi kebun kelapa…

23 hours ago

Bupati Al-Farlaky Kumpulkan Pimpinan PKS, Bahas Harga TBS, CSR hingga Investasi di Aceh Timur

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., memimpin rapat koordinasi bersama…

23 hours ago

Polisi Musnahkan 3.000 Pohon Ganja di Aceh Utara, Dua Pemilik Kebun Ditangkap

ACEH UTARA – Personel Polres Lhokseumawe memusnahkan sekitar 3.000 batang ganja yang ditanam di lahan…

23 hours ago

Temuan BPK: Biaya Operasional-Insentif Bebani Dana Zakat Rp559 Juta di Baitul Mal Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan sejumlah permasalahan terkait realisasi anggaran pada…

23 hours ago

PIM Gelar Khitanan Massal untuk 80 Anak di Lingkungan Perusahaan

ACEH UTARA – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) kembali menggelar kegiatan Khitanan Massal (Sunat Rasul)…

1 day ago

Dari Makam Sultan Peureulak, Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Islam Pertama Asia Tenggara

Peureulak – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh…

2 days ago

This website uses cookies.