ACEH TAMIANG – Sejak tiga hari terakhir, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menutup perbatasan masuk ke Aceh lewat jalur darat dari Provinsi Sumatera Utara. Ratusan kendaraan diprintahkan putar balik dan jalan lintas utama Aceh-Medan ditutup total dengan cara memasang blokade polisi.
Kepala Dinas Perhubungan Aceh Tamiang, Syaibun Anwar, dihubungi per telepon, Minggu (9/5/2021) menyebutkan, dalam sehari 200 kendaraan berbagai jenis diprintahkan putar balik ke Sumatera Utara.
“Misalnya data kemarin, 223 kendaraan kita suruh putar balik. Dari jumlah itu mobil pribadi 109 unit, sepeda motor 84 unit, bus sebanyak sembilan unit, dan travel sebanyak 21 unit,” kata Syaibun.
Dia menyebutkan, tim gabungan dari Dinas Perhubungan, TNI/Polri dan Satpol PP plus Dinas Kesehatan Aceh Tamaing bersiaga selama 24 jam penuh di perbatasan tersebut.
Mereka memastikan tidak boleh masuk ke Aceh sepanjang larangan mudik lebaran tahun ini.
“Kita mulai sejak 6 Mei 2021 kemarin. Rata-rata setiap hari 200an kendaraan kita suruh putar balik. Tidak ada tawar menawar, hanya mobil angkutan logistik, makanan dan kebutuhan kesehatan yang diizinkan masuk Aceh. Itu pun setelah diperiksa ketat,” kata Syaibun.
Dia berharap, masyarakat tidak memaksakan diri untuk mudik sesuai anjuran pemerintah. “Kami imbau masyarakat tidak mudik, demi memutus rantai penyebaran virus corona,” pungkasnya.
|RI
Aceh Tamiang - Bupati Aceh Tamiang secara resmi meluncurkan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Program…
Padang— Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bersama Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat…
LHOKSUKON - Sebanyak 40 siswa yang menetap di Dusun Biram, Desa Plu, Pakam, Kecamatan Tanah…
LHOKSUKON – Pemberlakuan regulasi terbaru Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) akan dimulai pada 1 Mei 2026,…
Tanggal 21-26 April 2026 digelar perhelatan akbar bagi para penggiat kerbau di China dan Dunia.…
Pekanbaru – Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal (FT) Sei Siak menerima kunjungan kerja Komisaris…
This website uses cookies.