PolhukamCerita 4 Hari Warga Mengungsi Karena Takut Bau Gas PT Medco

Cerita 4 Hari Warga Mengungsi Karena Takut Bau Gas PT Medco

Hari ini, Senin (12/4/2021) genap empat hari ratusan warga Desa Panton Rayeuk Sa, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur. Mereka meninggalkan kampung halamannya setelah asap dari Sumur AS-11 milik PT Medco E&P Malaka menyebar ke pemukiman. Sebagian tumbang, sebagian lagi mengungsi ke kantor camat.

Saat ini, enam warga masih dirawat di Rumah Sakit Umum Zubir Mahmud, Aceh Timur, satu warga dirawat di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin di Banda Aceh.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh, Muhammad Nur, per telepon, menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur harus mengaudit kawasan PT Medco.

“Apakah gagal teknologi hingga gas menyebar keluar atau apa. Harus dipastikan. Investasi jangan sampai merugikan rakyat dan merusak lingkungan,” kata Muhammad Nur.

Sementara itu, VP Relations & Security Medco E&P Indonesia, Arif Rinaldi dalam keterangan tertulisnya, menyebutkan Medco proaktif atas peristiwa yang terjadi. Termasuk menangani dampak lingkungan.

“Kami misalnya menanggung seluruh kebutuhan pengungsi dan mengobati warga yang di rumah sakit. Untuk meugang (sehari sebelum Ramadhan), kami juga memberikan daging sapi buat pengungsi,” katanya.

Arif menyebutkan, tim Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) juga sudah meminta informasi pada warga yang berad adi RSUZA Banda Aceh. “Kami terus memebrikan perhatian pada warga dan berharap kondisinya segera membaik,” kata Arif.

Sedangkan untuk sumur AS-11 sudah ditutup sejak Jumat (9/4/2021) sesaat setelah gas tercium oleh warga. Tim sambung Arif akan menginvestigasi secara menyeluruh kejadian itu, sehingga peristiwa yang sama tak terulang lagi.

“Kami bantu buat semua kebutuhan warga. Misalnya, warga yang sudah dibolehkan pulang dari Rumah Sakit Zubir Mahmud Aceh Timur sementara waktu untuk pemulihan kita inapkan di Royal Hotel. Itu ada tujuh kepala keluarga di hotel,” tambah Rahmad, staf Humas PT Medco di Aceh Timur.

Dia menegaskan PT Medco berkomitmen untuk menangani dampak gas yang menyebar itu hingga membuat warga tumbang, sebagian mual dan muntah. BPMA sambung Rahmad juga turun ke lokasi untuk meninjau kondisi dan memastikan seluruhnya tertangani dengan baik.

“Kami koordinasi dengan masyarakat, termasuk kesepakatan dengan warga soal kompensasi sedang dibicarakan,” pungkas Rahmad.

|KCM

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Bupati Al-Farlaky: Rp 15 Miliar Untuk Jalan Lintas Keude Geurubak Tahun 2027

ACEH TIMUR — Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky,...

Dukung Produktivitas Pembudidaya Ikan, Pupuk Indonesia Optimalkan Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Sumbawa

Sumbawa– PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat dukungan terhadap...

API Wilayah Aceh Gelar Kajian Bulanan Perdana, Bahas Jiwa dan Tahapan Perkembangan Manusia dalam Al-Qur’an

Asosiasi Psikologi Islam Wilayah Aceh menyelenggarakan Kajian Bulanan perdana...

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terus Dorong Upaya Pemulihan Pasca Banjir Bandang “Galodo” di Kabupaten Solok

Solok – Penanganan pemulihan pasca bencana menjadi langkah yang...

Mengenal Calandra & Sativa Hotel Management

Tumbuh Bersama Industri Perhotelan Indonesia Mengenal perjalanan Calandra & Sativa...