BANDA ACEH – Gubernur Aceh Nova Iriansyah, menerima kunjungan Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat Mohammad Lakotani, di ruang tengah Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa (30/3/2021).
Berbagai hal dibahas pada pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu. Mulai dari kondisi hutan, perkembangan penanganan Covid-19, hingga toleransi beragama.
“Jika dibandingkan dengan daerah lain di Pulau Sumatera, kondisi hutan Aceh masih jauh lebih baik. Beberapa waktu lalu, Pak Presiden juga berpesan kepada kami, untuk menjaga populasi badak sumatera (Dicerorhinus Sumatrensis) karena hutan Aceh merupakan kawasan dengan populasi badak sumatera terbanyak. 50 persen dari total populasi badak sumatera berada di hutan Aceh,” ungkap Gubernur.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan pengelolaan hutan dengan skema perhutanan sosial di Aceh.
“Di Aceh ada 13 poligon, saat ini kita masih menunggu pengajuan dari Pemerintah Kabupaten. Dengan adanya perhutanan sosial ini, masyarakat adat akan lebih berdaya, dalam mengelola dan menjaga kelestarian hutan serta memanfaatkannya secara lestari,” imbuh Nova.
Sementara itu, terkait penanganan Covid-19, Gubernur menjelaskan, berkat sejumlah program dan upaya pencegahan yang dijalankan, Pemerintah Aceh telah mampu menekan penyebaran virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan Tiongkok itu.
“Saat ini cukup terkendali, kasus harian Covid-19 di Aceh terhitung rendah, di bawah 10 kasus. Bahkan beberapa waktu lalu, 3 hari berturut nol kasus di Aceh. Keterisian rumah sakit juga hanya 11 hingga 12 persen. Alhamdulillah, beberapa waktu lalu Aceh juga mendapat bantuan rumah sakit lapangan dari BNPB. Kolaborasi lintas sektor bersama seluruh Forkopimda, membuat upaya penanganan Covid-19 jadi lebih fokus dan terukur,” sambung Gubernur.
Kepada Wagub Papua Barat, Nova juga menyampaikan suasana kondusif Aceh saat ini, serta kehidupan antar umat beragama yang sangat toleran di Bumi Serambi Mekah.
“Kondisi Aceh saat ini sangat kondusif, Pak Wagub tentu telah melihat langsung. Kehidupan antarumat beragama juga terjalin sangat baik dan harmonis. Indeks toleransi Aceh juga cukup baik. Namun, persepsi masyarakat luar masih salah tentang Aceh. Anggapan inilah yang terus berupaya kita gerus dengan menggiatkan berbagai event dan promosi pariwisata serta kegiatan lainnya,” kata Gubernur.
Terkait Covid-19 dan pariwisata, Wagub Papua Barat juga mengungkapkan hal senada. Angka Covid-19 di Bumi Manokwari juga tergolong kecil, namun jika dibandingkan dengan jumlah penduduk, angka Covid-19 di Papua Barat terlihat tinggi.
Terkait perkembangan pariwisata di Papua Barat di masa pandemi juga cukup baik. “Keberadaan Raja Ampat sangat membantu kami, okupansi hotel juga sangat terjaga.”
Sebelum bertolak kembali ke Papua Barat, Gubernur Aceh menyarankan Wagub Papua Barat untuk berkeliling dan menikmati kuliner dan suasana Aceh. “Silakan berkeliling Pak, menikmati suasana dan kuliner khas Aceh,” kata Gubernur Aceh.
Dalam pertemuan yang berlangsung dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat tersebut, Gubernur turut didampingi oleh Kepala Biro Hukum Amrizal J Prang, Kepala Biro Tata Pemerintahan Syakir dan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh T Robby Irza.
|RIL
Pemadaman listrik yang masih kerap terjadi di berbagai wilayah Aceh merupakan persoalan serius yang tidak…
Turnamen Terheboh Sepanjang Pergelaran Event Aceh Timur – SMA Negeri 1 Idi Rayeuk akhirnya keluar…
ACEH TIMUR – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus mempercepat penyaluran dana stimulan bagi masyarakat yang…
Pagi masih muda ketika Asnah mengayuh sepeda tuanya menyusuri jalan dari Desa Dama Pulo menuju…
Pontianak - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan melalui program "Rembuk Tani" di Pontianak, Jumat…
JAKARTA | Pupuk Kujang, anak usaha Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen untuk terus berperan dalam pengentasan…
This website uses cookies.