Categories: Otomotif

Seruan Erdogan Boikot Produk Prancis, Renault Jadi Merek Mobil Laris di Turki

Jakarta – Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengenai muslim membuat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan marah. Ia meminta warganya memboikot barang-barang prancis. Di industri otomotif, Renault masuk daftar merek mobil terlaris di Turki.

Mengutip DW, Kamis (29/10/2020) Turki jadi pemasok terbesar ke-13 bagi Prancis dan konsumen ke-12 secara global. Sedangkan Prancis merupakan negara impor ke-6 bagi Turki, menurut laporan French Ministry for Europe and Foreign Affairs.

Pesawat, helikopter, dan suku cadang mobil termasuk di antara impor utama dari Prancis ke Turki, sementara Turki terutama menjual mobil dan kendaraan lain ke Prancis.

Merek mobil Prancis salah satu mobil dengan penjualan tertinggi di Turki. Bagi Renault, Turki merupakan pasar kedelapan secara global.

Apalagi produsen mobil Prancis itu memiliki salah satu pusat produksi terbesarnya di Bursa, Turki dengan kapasitas produksi tahunan hampir 400.000 mobil dan lebih dari 900.000 mesin. Pabrik tersebut mempekerjakan lebih dari 6.000 orang per 31 Desember 2019.

Pada 2019 lalu Fasilitas pabrik Renault di Turki itu sudah memproduksi 152.599 units Renault Clio 4, 29.342 units Clio 4 Estate, 122.451 Renault Clio 5, dan 37.749 units Renault Megane Sedan (Fluence).

Sedangkan Renault menjual hampir 50.000 kendaraan dalam enam bulan pertama tahun ini. PSA Grup, yang memiliki merek Citroen dan Peugeot, baru-baru ini menggambarkan Turki sebagai titik terang pasar yang tengah dilanda pandemi. Pada kuartal ke tiga di tahun 2020, Renault mengalami kenaikan penjualan sebesar 131 persen (bila dibandingkan tahun lalu), secara year to date September 2020, Renault berhasil menjual mobil sebanyak 86,859 unit.

Erdogan menyampaikan seruan boikot produk Prancis melalui pidatonya di televisi.

“Jangan pernah memberikan kredit untuk barang berlabel Prancis, jangan membelinya,” kata Erdogan, dikutip dari BBC, Selasa (27/10/2020).

Orang nomor satu di Turki itu juga mendesak pemimpin dunia untuk melindungi muslim jika di Prancis melakukan penindasan terhadap mereka.

Kekecewaan Turki dipicu setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron berjanji untuk melawan Islam radikal. Erdogan mengkritik keras apa yang dilakukan oleh Macron.

Pernyataan Macron dilayangkan setelah seorang guru asal Prancis, Samuel Paty diketahui dipenggal setelah memperlihatkan kartun Nabi Muhammad. Paty dipenggal pada 16 Oktober lalu. Penggambaran Nabi Muhammad sangat menyinggung umat Islam karena ajaran Islam melarang gambar Muhammad dan Allah.

Kejadian ini membuat Macron akan bertindak tegas untuk menangani Islam radikal. Namun, dua pekan sebelum peristiwa itu, Macron menyebut islam sebagai agama dalam krisis dan mengumumkan akan mengatasi separatisme islam di Prancis.

|DETIK.COM

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Bupati Al-Farlaky Pimpin Rapat Percepatan Huntap, Tekankan Data Akurat dan Kualitas Pembangunan

Aceh Timur– Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I,M.Si memimpin rapat percepatan pembangunan hunian tetap…

2 hours ago

Pupuk Indonesia Tingkatkan Produktivitas Padi Dairi Menjadi 12,3 Ton Per Hektar

Sumatera Utara – PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil meningkatkan produktivitas padi di Desa Lumban Toruan,…

3 hours ago

Bappenas Berharap Rekind Jadi Motor Penggerak Industrialisasi

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., berharap…

6 hours ago

Nah Lo, 10 Kepala Dinas Berstatus Penjabat di Aceh Utara

ACEH UTARA- Sebanyak 10 kepala dinas, badan, dan kantor bersatus penjabat di Kabupaten Aceh Utara,…

1 day ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Menjadi Pionir Probiotik MOL di Lhokseumawe

Lhokseumawe – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Terminal BBM Lhokseumawe tegaskan komitmennya dalam pelaksanaan…

2 days ago

2 Warga Aceh Tamiang Korban TPPO di Madagaskar

KUALA SIMPANG| Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, bergerak cepat merespons…

3 days ago

This website uses cookies.