ACEH UTARA– Nasrul (43) tukang asal Gampong Alue Bili Rayeuk Kecamatan Baktiya, Aceh Utara pada Kamis (3/9/2020) sekira pukul 10.30 WIB dilimpahkan Penyidik Polres Aceh Utara ke Kejari Aceh Utara. Kepada wartawan dia menyebut menyesal menggorok leher ibu kandungnya.
“Saya akan ziarahi makam ibu jika sudah bebas nanti,” katanya tertunduk. Sampai saat ini, tersangka tidak tahu dimana makam ibunya. Sejak ditahan, keluarga tak pernah menjenguknya.
Pelimpahan itu dilakukan polisi setelah jaksa peneliti berkas menyampaikan berkas kasus tersebut sudah memenuhi unsur secara materil dan formil atau lengkap (P21).
Bersama tersangka, polisi juga melimpahkan barang bukti berupa sebilah pisau dan pakaian korban.
Sejak ditahan polisi, tersangka mengaku hanya dijenguk oleh istrinya. Sedangkan anaknya tak pernah dibawa oleh sang istri.
“Saya rindu anak saya,” katanya.
Sebelumnya diberitakan Nasrul membunuh ibu kandungnya sendiri Nek Fatimah (70) di Desa Meunasah Panton, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara Senin (8/6/2020.
Polisi berhasil mengungkap pelakunya. Ternyata pelakunya adalah anak kandungnya sendiri, yaitu Nasrul yang mengaku menemukan pertama kali ibunya.
|KC
Pemadaman listrik yang masih kerap terjadi di berbagai wilayah Aceh merupakan persoalan serius yang tidak…
Turnamen Terheboh Sepanjang Pergelaran Event Aceh Timur – SMA Negeri 1 Idi Rayeuk akhirnya keluar…
ACEH TIMUR – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus mempercepat penyaluran dana stimulan bagi masyarakat yang…
Pagi masih muda ketika Asnah mengayuh sepeda tuanya menyusuri jalan dari Desa Dama Pulo menuju…
Pontianak - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan melalui program "Rembuk Tani" di Pontianak, Jumat…
JAKARTA | Pupuk Kujang, anak usaha Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen untuk terus berperan dalam pengentasan…
This website uses cookies.