MALAM itu, Azhar sibuk di depan dua kuali masakan di Warung Rhumbia, Jalan Tengku Chik Ditiro, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Sabtu (29/8/2020).
Aktivitas itu dilakukan sejak 2010 silam. Pria ini paling populer sebagai salah satu pedagang mi terlezat di kota yang dulu dijuluki petro dollar itu. Seorang pekerja membantunya, menanyai pesanan dan mengantar pesanan pelanggan.
Sejumlah konsumen meriung di warung itu. Mayoritas memesan aneka mi Aceh yang padu padan udang, kepiting, tirom, telur, dan daging sapi. Namun, udang dan daging menjadi primadona di sana. Sedangkan tirom, telur dan kepiting hanya sedikit peminatnya.
Dalam sehari, Azhar bisa menjual 60 kilogram mi Aceh dengan aneka rasa. Terkadang dia bahkan bisa menjual lebih banyak.
“Saya pastikan soal rasa. Ini harus matang, termasuk udangnya. Agar bumbu bawang, cabainya terasa masuk ke udang. Kan ada sebagian rasa udang dan bumbunya terpisah, tidak menyatu,” kata Azhar.
Untuk udang, dia punya langganan sendiri. Cabai rawit menjadi penyempurna rasa pedas. Selain bumbu bawang merah, putih, dan cabai merah telah dihaluskan. Cabai rawit dipotong kecil-kecil lalu dimasukan dalam sayuran seperti kol, brokoli, dan tomat.
Rasanya sungguh nikmat dan pas di lidah. Tak heran, jika warung mi ini tidak pernah pindah sejak sepuluh tahun lalu. Apalagi berada di pusat kota sehingga mudah dijangkau.
Warung ini cocok untuk mengajak keluarga dan pasangan menyantap nikmatnya mi Aceh dicampur udang. Sedangkan minuman juga tersedia aneka jenis.
“Saya berharap, pelanggan terus setia dengan racikan masakan saya,” katanya.
Tak jarang wisatawan luar Aceh khusus datang ke warung ini. Rasa nikmatnya sampai ke seluruh pelosok nusantara. Sehingga, saat berkunjung ke Aceh, wisatawan pasti mendatangi warung ini.
Salah seorang pengunjung Arfan Rajul Afkar, menyebutkan penasaran untuk menimati mi itu. “Namanya populer, jadi harus kita coba. Ternyata memang lezat,” katanya.
Nah, jika berkunjung ke Lhokseumawe. Silakan coba sensasi racikan mi Azhar yang tersohor itu.
|KCM
Lhokseumawe — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe…
ACEH TIMUR | Pemulihan bencana di Aceh dibayangi manuver politik. Di tengah logistik pengungsi yang…
LHOKSUKON- Sekitar 90 hektare area sawah di Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh…
LHOKSEUMAWE - Puluhan calon jemaah haji (CJH) di Lhokseumawe, Provinsi Aceh, mendatangi Kantor Kementerian Haji…
LHOKSUKON — Bupati Aceh Utara, Provinsi Aceh, Ismail A Jalil akrab disapa Ayahwa, meminta agar…
IDI RAYEUK – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaku kompleksitas masalah lapangan membuat pembangunan hunian…
This website uses cookies.