Categories: News

Cerita Getir Kemiskinan Pasangan Agus dan Nur

KEMISKINAN membelenggu pasangan Agus Tarmizi (54) dan Nur Janifah (51) warga Desa Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Senin (24/8/2020).

Ibu satu anak itu berusia 20 tahun itu menetap di atas tanah warisan orang tua. Rumahnya berdinding belahan bambu, ditutup terpal plastik. Bahkan,terpal itu terlihat sobek dan ringkih ketika tim Baitul Mal, Aceh Utara mengunjungi rumah tersebut.

Meski hanya satu anak, keluarga ini tak mampu membangun rumah mewah. Sebagian dinding berbahan dari batu-bata. Itu pun diambil dari sisa bata bekas hasil kerja Nur Janifah di tempat pengusaha batu bata di desa itu.

Ukuran hanya 4 x 5 meter, di sanalah mereka menikmati angin kencang saat cuaca tak bersahabat. Saat hujan, tempias hujan pasti menerpa wajah mereka.

Sang istri, Nur, bekerja sebagai pencetak batu bata. Honornya Rp 50 per batu bata. Dalam sehari, maksimal Nur hanya bisa memperoleh Rp 10.000. Dia bekerja sejak pukul 08.00 WIB hingga menjelang magrib.

“Terkadang anak saya juga membantu. Kalau suami tidak ada buruh upah di tempat orang, juga bantu buat batu bata,” katanya pilu.

Sisa batu bata yang hancur itulah diminta bawa pulang dari pemiliknya. Disusun sendiri oleh Nur. Namun membeli semen bukan pekara muda. Maka, jadilah rumah itu sebagian kecil dinding berbahan batu-bata yang belum disemen. Sebagian besar lagi kayu lapuk dan bambu plus plastik.

Sedangkan suami, Agus bekerja sebagai buruh tani. Terkadang membersihkan rumput kebun petani lainnya atau kerja serabutan lainnya.

“Kalau malam saya cari lele di sawah buat dijual besok pagi ke pasar,” kata Agus.

Belasan tahun mereka menetap di rumah itu. Pemerintah desa memberi Bantuan Tunai Langsung (BLT).

Bantuan itu turut meringankan kehidupan mereka. Namun, untuk rumah mereka belum punya solusi.

“Kami bersyukur atas apa yang ada. Namun, kami berharap agar Allah menggerakan orang lain membantu membangun rumah ini. Tanah ini warisan, jadi bisa buat bangun rumah atasnama sendiri,” pungkasnya.

Kemiskinan menjadi tantangan pasangan ini. Mereka terus bertahan di tengah pandemi Covid-19. Berharap kehidupan menjadi lebih baik.

|KCM

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Bupati Al-Farlaky Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Aceh Timur

Aceh Timur– Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si  secara resmi membuka Pelatihan Petugas…

2 hours ago

9 SPPG Lhokseumawe Tutup Sementara, Sekda ; Kami Surati BGN

LHOKSEUMAWE- Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, menyesalkan penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota…

2 hours ago

56 Huntara Rusak Karena Angin Kencang Belum Diperbaiki di Aceh Utara

LHOKSUKON- Sebanyak 56 hunian sementara (Huntara) penyintas banjir yang rusak karena angin kencang pada 2…

2 hours ago

Bupati Al- Farlaky Terima Penghargaan Dari KIA

Aceh Timur – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menerima penghargaan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2025…

2 hours ago

Gunung Salak, Negeri di Atas Awan Menjadi Magnet Wisata Aceh Utara

BELASAN mobil berjejer rapi di depan kafe yang berdiri di puncak perbukitan Gunung Salak, Kecamatan…

3 hours ago

Viral, Penyintas Banjir Bertahan dalam Hujan di Aceh Utara

LHOKSUKON – Video seorang ibu dengan lima anaknya di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten…

13 hours ago

This website uses cookies.