Categories: News

IDI Aceh Rekom PSBB, Ini Respon Pemerintah Aceh

 

Banda Aceh—Rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh dinilai konstruktif untuk menekan angka positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh. IDI Aceh usulkan pembatasan bertahap mulai Work from Home dan pemberlakukan jam malam, hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sementara itu, kasus Covid-19 bertambah 11 orang.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani kepada awak media, Minggu (16/08/2020). Pria yang akrab disapa SAG ini mengaku belum membaca rekomendasi IDI ketika seorang rekan pers minta tanggapannya tentang PSBB di Aceh, karena itu tanggapannya agak bias, katanya.

“Saya bicara dengan Ketua IDI Wilayah Aceh, DR. Dr. Safrizal Rahman, M.Kes, Sp.OT. Beliau kirimkan rekomendasinya via WhatsApp, dan PSBB ternyata alternatif terakhir,” ujar SAG.

SAG menjelaskan, IDI Aceh menyarankan penerapan pembatasan bertahap untuk mencapai positive rate 5% (salah satu indikator pengendalian virus corona). Tahapan dimaksud mulai Work From Home (WFH). Apabila WFH tidak menurunkan angka Covid-19, disarankan pemberlakukan jam malam, hingga mempertimbangkan penerapan PSBB di Aceh.

Menurut SAG, tahapan tersebut tidak mustahil dilewati suatu daerah hingga berakhirnya pandemi Covid-19. Penerapan jam malam pernah diterapkan di Aceh akhir Maret 2020 lalu, atas Maklumat Bersama Forkopimda Aceh. Seruan pembatasan aktifitas di malam hari itu kemudian dihentikan karena ditetapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB.

Sedangkan kebijakan tentang WFH di lingkungan Pemerintah Aceh sudah diberlakukan sejak 22 Maret 2020. Berdasarkan Surat Gubernur Aceh No 800/5250 Pemerintah Aceh melakukan penyesuaian sistem kerja pegawai. Pejabat esolan IV, pejabat fungsional, dan tenaga kontrak bekerja dikantor secara terjadwal, sisanya di rumah. Hanya pejabat struktural eselon I hingga eselon III yang bertugas di kantor setiap hari.

Sedangkan penerapan PSBB, lanjut SAG, ada banyak kriteria yang harus dipenuhi, mulai aspek epidemiologis, pelayanan kesehatan, social safety net, hingga aspek keamanan. Tapi, apabila kasus Covid-19 di Aceh kian mencemaskan dan PSBB menjadi alternatifnya, Pemerintah Aceh dan IDI Wilayah akan melakukan kajian bersama aspek yang harus dipenuhi, dan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Pusat.

“Ketua IDI Aceh, Pak Dr Safrizal Rahman selalu berkonstribusi dalam pembahasan penanganan Covid-19 bersama Tim Gugus Tugas Pemerintah Aceh,” tutur SAG.

SAG melaporkan, ada penambahan angka positif Covid-19 sebanyak 11 kasus pada hari ini, sehingga secara akumulatif kasus Covid-19 Aceh menjadi 875 orang. Distribusinya 570 orang dalam penanganan tim medis di rumah sakit rujukan, 277 orang telah dinyatakan sembuh, 28 meninggal dunia.

“Dari 11 kasus positif baru Covid-19 yang dilaporkan hari ini meliputi 8 orang warga Nagan Raya dan tiga lainnya warga Aceh Besar, Aceh Timur, dan Kota Langsa,” rinci SAG.

Sementara jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di seluruh Aceh hari ini bertambah 9 orang, yang secara akumulatif menjadi 2.402 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.342 orang sudah selesai masa pemantauan, dan sebanyak 60 orang masih dalam pemantauan Tim Gugus Tugas Covid-19.

Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), juga bertambah 2 orang, hingga secara akumulasi menjadi 190 orang. Dari jumlah tersebut, 19 pasien masih dalam penanganan tim medis dan 166 telah sehat dan 5 orang lainnya meninggal dunia.

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Bupati Al-Farlaky Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Aceh Timur

Aceh Timur– Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si  secara resmi membuka Pelatihan Petugas…

7 hours ago

9 SPPG Lhokseumawe Tutup Sementara, Sekda ; Kami Surati BGN

LHOKSEUMAWE- Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, menyesalkan penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota…

7 hours ago

56 Huntara Rusak Karena Angin Kencang Belum Diperbaiki di Aceh Utara

LHOKSUKON- Sebanyak 56 hunian sementara (Huntara) penyintas banjir yang rusak karena angin kencang pada 2…

8 hours ago

Bupati Al- Farlaky Terima Penghargaan Dari KIA

Aceh Timur – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menerima penghargaan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2025…

8 hours ago

Gunung Salak, Negeri di Atas Awan Menjadi Magnet Wisata Aceh Utara

BELASAN mobil berjejer rapi di depan kafe yang berdiri di puncak perbukitan Gunung Salak, Kecamatan…

8 hours ago

Viral, Penyintas Banjir Bertahan dalam Hujan di Aceh Utara

LHOKSUKON – Video seorang ibu dengan lima anaknya di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten…

18 hours ago

This website uses cookies.