Categories: Edukasi

Mahasiswa Aceh Penerima Bansos Covid-19 Capai 1.324

Banda Aceh – Mahasiswa perantauan Aceh baik yang mengenyam pendidikan dalam maupun luar negeri kembali terima Bantuan Sosial Dampak Covid-19 dari Pemerintah Aceh, setidaknya hingga kini yang sudah menerima bantuan sosial dampak Covid-19 tersebut sudah mencapai 1.324 orang, artinya sudah bertambah 27 mahasiswa.

Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Aceh, Muhammad Iswanto, S.STP, MM, mengatakan pengiriman bantuan sosial tunai dampak Covid-19 dari Pemerintah Aceh untuk mahasiswa asal Aceh yang kuliah di luar provinsi dan luar negeri bertambah dan akan terus dilakukan hingga seluruh mahasiswa Aceh dapat menerima bansos tersebut.

“Per hari ini Pemerintah Aceh sudah mentransfer Bansos tunai untuk 1.324 orang mahasiswa Aceh yang kuliah di luar daerah dan pengiriman Bansos ini masih terus berlanjut, “ujar Iswanto, di Banda Aceh, Selasa 23/6/2020.

Iswanto menyebutkan, mahasiswa asal Aceh yang berkuliah di provinsi lain di luar Aceh, akan mendapatkan bantuan sosial maksimal sebesar Rp1 juta. Sedangkan untuk mahasiswa Aceh yang berkuliah di luar negeri, bantuan sosial yang diberikan maksimal sebesar Rp2,5 juta.

Iswanto menuturkan, pengiriman bantuan sosial tunai dampak Covid-19 untuk mahasiswa asal Aceh itu akan terus berlanjut. Sebab, kata dia, data mahasiswa calon penerima bantuan sosial terus bertambah jumlahnya.

Kepala Biro Humas dan Protokol itu menjelaskan, per hari ini, jumlah berkas mahasiswa Aceh di luar provinsi dan luar negeri yang diterima pihaknya bertambah menjadi 1.606 berkas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.324 berkas sudah ditransfer, 109 masih dalam proses dan 173 tidak memenuhi syarat.

Iswanto melanjutkan, sebanyak 109 orang yang masih dalam proses tersebut, dikarenakan ada bahan yang belum lengkap dan adanya kesalahan berkas. Mulai dari buku bank yang tidak terbaca di sistem atau karena buku bank yang beda dengan nama pemohon.

“Sedangkan 173 berkas lagi tidak memenuhi syarat, itu disebabkan pemiliknya berstatus Pegawai Negeri Sipil, dosen dan tidak ber-KTP Aceh, ” ujar dia.

Ia mengungkapkan, Bansos itu merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Pemerintah Aceh terhadap para Mahasiswa Aceh yang masih bertahan di negeri orang dan belum bisa kembali ke kampung halaman, akibat pandemi Covid-19.

“Semoga bantuan dari Pemerintah ini dapat membantu putra-putra Aceh  yang sedang menuntut ilmu di luar negeri di tengah wabah virus corona,” ujar Iswanto.

Iswanto menambahkan, Bansos dampak Covid-19 bagi mahasiswa asal Aceh itu bukan bersumber dari Biaya Tak Terduga atau BTT, tetapi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun 2020.

Para Mahasiswa Aceh yang telah menerima Bansos Dampak Covid-19 itu tersebar di berbagai provinsi dan negara. Mulai dari Medan, Padang, Jakarta, Jogjakarta, Surakarta, Surabaya, Malang, serta sejumlah provinsi lainnya. Sedangkan pelajar Aceh penerima Bansos dampak Covid-19 di luar negeri, tersebar di, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Arab Saudi, Sudan, Iran, Tunisia, Belanda, India, Inggris, dan sejumlah negara lainnya.

|RI

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Update Kebaran Lhokseumawe, 88 Rumah Terbakar, 271 Jiwa Mengungsi

LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh melansir data terbaru kebakaran di Komplek Perdede, Desa…

4 hours ago

2 Prodi PNL Raih Akreditasi Unggul

Lhokseumawe - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kembali mencatatkan capaian strategis yang memperkuat reputasinya sebagai salah…

6 hours ago

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Bersama DPR RI dan BPH Migas Tinjau SPBU di Riau, Perkuat Sinergi Jaga Kelancaran Distribusi BBM

Pekanbaru – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bersama Anggota DPR RI Komisi…

10 hours ago

Butuh Waktu 3 Bulan Rubah Desil Kependudukan Agar Tetap Terima Layanan Kesehatan Gratis di Aceh

LHOKSEUMAWE– Ratusan masyarakat Provinsi Aceh kini merubah status desil kependudukan lewat aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi…

23 hours ago

Setelah 5 Tahun Telantar, Akhirnya Menteri PU Resmikan Penggunaan Bendungan Krueng Pase Aceh Utara

LHOKSUKON- Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meresmikan pengoperasian kembali Bendungan Krueng Pase di Desa…

23 hours ago

77 Rumah Ludes Terbakar di Lhokseumawe, Damkar Kesulitan Karena Gang Sempit

LHOKSUKON- Sebanyak 77 unit rumah di Komplek Perdede, Desa Kampung Jawa Lama, Banda Sakit, Kota…

23 hours ago

This website uses cookies.