MULYANTO terlihat sibuk melayani beli antar di pojokan Kafe M2 Kupi, Jalan Lingkar Stadion Tunas Bangsa, Kota Lhokseumawe, Minggu (10/5/2020). Pria lajang ini membungkus mi sop kepiting racikan turun temurun keluarganya dari Panton Labu,Kabupaten Aceh Utara.
Mi sop ini penganan melegenda sejak puluhan tahun lalu. Dua bulan terakhir, Mulyanto membuka gerai di pojokan kafe yang langsung bersisian dengan Krueng (Sungai) Cunda, Kota Lhokseumawe itu.
Selama Ramadhan ini, mi sop kepiting menjadi buruan untuk menu berbuka puasa. Rasa kepiting muda nan gurih membuat ketagihan di lidah pengunjung. Untuk kuah, rasa merica, dicampur cabai rawit ini sungguh menggunggah selera.
“Jadi ada dua gerai sekarang. Di Panton Labu ibu saya yang jaga, di sini saya yang jaga. Syukur, pembeli masih setia,” katanya.
Dalam sehari, sebanyak lima kilogram kepiting terjual di gerai itu. Jika hari biasa, dia bisa menjual sampai 15 kilogram.
“Kalau puasa khusus berbuka saja. Kami akan buka lagi setelah tarawih jika belum habis laku terjual. Jika sudah habis menjelang berbuka, maka kami akan tutup,” sebut Mulyanto.
Untuk kepiting, langsung dibeli dari petani tambak lokal. Mulyanto percaya, cita rasa membuat pengunjung setia pada menu yang disajikannya. Apalagi, menu itu hanya tersedia di kafe tersebut.
“Karena itu kami tidak memperbanyak jualan. Lima kilogram cukup sehari selama puasa ini,” pungkasnya.
Nah, jika anda melewati kota ini, silakan singgah, untuk berbuka dan mencicipi nikmatnya mi sop kepiting yang melegenda sejak 40 tahun lebih itu.
|KC
ACEH TIMUR — Dokumen keputusan Bupati Aceh Timur yang diterbitkan pada Juni 2016 mencatat PT…
Banda Aceh – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Sales Area Retail Aceh bersama dengan…
Medan – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Panglima Komando Daerah…
Jakarta– PT Pupuk Indonesia (Persero) berkolaborasi dengan Perkumpulan Istri Karyawan Pupuk Indonesia (PIKA PI) Group…
Menjadi seorang engineer tidak cukup hanya memahami teori dan hitungan, seperti halnya di bangku kuliah.…
Nurlaila ibu dari Muhammad Rasya Fadhilla (19) tarunaPoliteknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh tak bisa menyembunyikan…
This website uses cookies.