Categories: Polhukam

Tertunda Sebulan, 2 Terhukum Cambuk Minta Berhenti Dieksekusi?

ACEH UTARA– Sebanyak empat terpidana menjalani eksekusi cambuk di halaman depan kantor Kejaksaan Negeri ( Kejari) Aceh Utara. Eksekusi cambuk itu dilaksanakan sesuai dengan putusan Mahkamah Syariah Lhoksukon.

“Empat terpidana yang merupakan satu orang wanita dan tiga pria yang melanggaran qanun Aceh nomor 6 tahun 2014,” kata Kepala Kejari Aceh Utara Pipuk Firman Priyadi kepada awak media, Selasa (21/4/2020).

Pipukuk menyebut eksekusi itu sudah tertunda selama satu bulan dikarenakan wabah virus corona dan imbauan terkait sosial distancing. Dikarenakan akan memasuki bulan puasa dan terpidana juga ingin menjalankan puasa dengan keluarganya di rumah, maka itu pihaknya melakukan eksekusi cambuk.

“Para terpidana juga ingin melakukan ibadah puasa dan merayakan lebaran di rumah, menunda eksekusi itu sama dengan menunda keadilan,” kata Pipuk.

Para terpidana yang dieksekusi yaitu Martunis (26) dicambuk 40 kali dengan kasus pelecehan seksual terhadap anak, Nazaruddi (34) sebanyak 25 kali cambuk yang juga melalukan pelecehan terhadap anak, kemudian Zulkifli (29), dan Elvina (25), merupakan pasangan pelaku zinah yang masing-masing dihukum cambuk sebanyak 100 kali tanpa pengurangan.

Terlihat Zulkifli yang berhenti pada cambukan ke 65 dan tidak sanggup lagi menjalankan eksekusi cambuk setelah diperiksa dokter, sementara Elvina sempat meminta jeda saat proses cambuk ke 46 karena tidak sanggup menahan sakit, namun keduanya tetap menyelesaikan hukuman tersebut setelah diberi waktu istirahat.

Pipuk mengatakan setelah dilakukan eksekusi cambuk, para terpidana dinyatakan bebas dan tidak lagi menjalankan penahanan, kecuali Martunis yang harus menjalani massa tahananya dikarenakan perkara lainnya yakni kasus sabu.

“Eksekusi cambuk kali ini kita terapkan sesuai prosedur kesehatan dan social distancing sesuai dengan aturan yang berlaku di masa darurat Covid-19. Mulai dari tidak memberikan pengumuman pelaksanaan cambuk, serta para petugas dan penonton yang harus tetap menjaga jarak,”pungkasnya.

|TIM

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Viral, Oknum Satpol PP Kantongi Rokok Pedagang Saat Razia di Aceh Utara

LHOKSUKON – Dua oknum petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP &…

39 minutes ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Masif Dorong Pemulihan Pasca Banjir Padang, Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat Terdampak

Padang – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus dorong upaya pemulihan pasca…

6 hours ago

Bupati Al-Farlaky Hadiri Forum Pemda, Bahas Program Prioritas Nasional

Batam – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., menghadiri Forum Komunikasi Pemerintah Daerah…

7 hours ago

Semen Mulai Tersedia di Aceh, Harga Masih Mahal Rp 80.000 Per Sak

LHOKSUKON – Semen mulai tersedia di sejumlah toko di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe,…

1 day ago

Kemenkeu Tambah DAU 2026 untuk 20 Daerah di Aceh, Bukan Perjuangan Satu Daerah

BANDA ACEH—Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menambah alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2026…

1 day ago

2 Sumur Bor Semburkan Gas dan Air Setinggi 40 Meter di Aceh Timur, Bupati Turun Tangan

IDI - Sumur bor yang baru saja digali di Desa Matang Keupula Sa dan Desa…

3 days ago

This website uses cookies.