Categories: News

Pengamat: Jam Malam Aceh Hanya Bikin Takut Masyarakat

BANDA ACEH – Dalam mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19, Pemerintah Aceh telah memberlakukan jam malam dan kebijakan tersebut dinilai sangat tidak efektif dan hanya membuat takut masyarakat.

Pengamat Kebijakan Publik Aceh Nasrul Zaman mengatakan, Pemerintah Aceh telah berhasil membuat takut masyarakat, tapi gagal dalam mengedukasi warganya dalam pencegahan Covid-19.

“Jam malam yang berlaku saat ini sebaiknya dicabut saja, karena tidak ada korelasinya dengan pencegahan paparan Covid-19 ke masyarakat, yang ada hanya membuat takut masyarakat saja,” ujar Nasrul Zaman, Kamis, 2 April 2020.

Nasrul menambahkan, untuk wilayah di Banda Aceh, ada beberapa daerah yang desanya telah dipalang dan tidak boleh masuk bagi siapa pun, tentunnya hal tersebut sebagai salah satu contoh kalau pemerintah telah gagal mengedukasi masyarakat.

Laporan lainnya yang sering diterima oleh pihaknya adalah, apabila ada warga yang pulang dari luar kota, maka tidak diizinkan untuk tinggal dirumahnya sendiri, malah sampai ada yang diusir dari desa.

“Di Banda Aceh itu, ada salah seorang warga yang baru beli mobil di Jakarta dan saat kembali kerumahnya malah diusir warga, sehingga kami terpaksa menjumpai kepala desanya untuk memberikan penjelasan. Ini sebagai bentuk kegagalan dalam mengedukasi masyarakat,” tutur Nasrul Zaman.

Tambahnya, saat sekarang ini pihaknya selalu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang apa itu pasien ODP dan PDP, sehingga apabila ada warga yang pulang dari luar kota tidak perlu diusir, tapi jangan keluar dari rumah dan laporkan ke pihak terkait.

Apabila jam malam terus dipaksakan, maka juga bisa berdampak pada perekonomian masyarakat. Apalagi saat ini Aceh masih menempati sebagai salah satu daerah termiskin di Sumatera.

“Coba bayangkan saja, apabila jam malam terus diberlakukan maka perekonomian masyarakat terganggu. Banyak toko dan sarana mata pencaharian lainnya tutup. Hal ini harus diperhatikan juga,” kata Nasrul.

|TG

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Menempati Hunian Alakadar di Aceh Utara…

LHOKSUKON – Sejumlah penyintas banjir duduk di dalam hunian sementara (Huntara) di Desa Matang Bayu,…

3 hours ago

Para Kepala Desa Desak Pembangunan Huntap di Aceh Utara

Keuchik (Kepala Desa) Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Mansur, mendesak pemerintah…

23 hours ago

PNL Perluas Kemitraan Internasional melalui Kolaborasi Strategis dengan Industri dan Institusi Pendidikan di Malaysia

MALAYSIA - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus memperkuat peran strategisnya dalam pengembangan pendidikan tinggi vokasi…

1 day ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Hadirkan Pasar Murah untuk 1.000 Warga di Padang

Padang– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung…

3 days ago

Bupati Aceh Utara ; Tunda Aturan Desil Hingga Juli demi Akses Berobat Warga

ACEH UTARA — Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, SE., MM., menyampaikan pernyataan tegas dalam…

3 days ago

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Polda Riau dalam Menjaga Ketahanan Energi

Pekanbaru – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang dipimpin oleh Executive General…

4 days ago

This website uses cookies.