Categories: News

Waspada Kebakaran Lahan, Titik Panas Bertambah Jadi 32 di Aceh

BANDA ACEH | Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun I Sultan Iskandar Muda menyebutkan, pada Senin, 23 Maret 2020 ada 32 titik panas yang terpantau di Provinsi Aceh, sehari sebelumnya hanya terpadat 7 titik panas.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun I Sultan Iskandar Muda Zakaria mengatakan, saat sekarang ini suhu udara di Pronvisi Aceh mencapai 33 derajat celsius dan sudah termasuk dalam kategori menegah.

“Jadi faktor adanya titik panas ini, disebabkan karena suhu udara yang tinggi itu tadi dan menyebabkan lahan-lahan gambut menjadi kering. Apalagi saat ini intensitas hujan diperkirakan hanya berkisar 2 sampai 5 milimeter, maka sangat sedikit sekali,” ujar Zakaria, Senin, 23 Maret 2020.

Zakaria menambahkan, masing-masing titik panas tersebut terpantau di Kabupaten Aceh Timur 28 titik panas, Kabupaten Aceh Utara 1 titik panas dan Kota Subulussalam terdapat 3 titik panas.

Dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar bisa saling bekerjasama dalam menjaga lingkungan sekitar, terutama dalam persoalan membuka lahan dan tidak menggunakan metode dengan membakar.

“Memang banyak dalam membuka lahan itu dengan metode membakar, maka dalam cuaca seperti ini lebih baik tidak dilakukan, gunakanlah cara-cara lain yang lebih ramah terhadap lingkungan,” tutur Zakaria.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebanyak tujuh titik panas kembali terpantau di Provinsi Aceh, hal tersebut diakibatkan karena suhu udara yang mengalami peningkatan dan juga dipengaruhi oleh intensitas hujan yang sangat sedikit.

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun I Sultan Iskandar Muda Zakaria mengatakan, saat ini wilayah Aceh sudah memasuki musim kemarau dan puncaknya diperkirakan pada bulan Agustus mendatang.

“Saat ini wilayah kita sudah memasuki musim kemarau dan suhu udara juga terasa cukup panas, sehingga bisa menimbulkan titik panas yang tersebar disejumlah daerah. Apabila terus terjadi seperti ini maka bisa menimbulkan kabut asap,” ujar Zakaria, Minggu, 22 Maret 2020.

Masing-masing tujuh titik panas itu terdapat di, Kabupaten Aceh Tenggara 1 titik, Kabupaten Aceh Timur 3 titik, Kabupaten Bener Meriah 1 titik, Kota Lhokseumawe 1 titik dan Kota Subulussalam 1 titik panas.

|TG

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Menjaga Hijau di Balik Energi Bersih: Rekind Ikut Pemulihan Lahan Disposal PLTP Salak 7

SUKABUMI | PT Rekayasa Industri (Rekind) selaku anggota joint operation kontraktor pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga…

1 hour ago

Lewat Garang Kids U-12, Bupati Al- Farlaky Jaring Talenta Muda Atlet Sepak bola

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si membuka secara resmi turnamen…

20 hours ago

Soal Jembatan Bolong Viral, Sekda Aceh Utara Perintahkan PU Segera Perbaiki

LHOKSUKON — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, segera menindaklanjuti kondisi jembatan menuju SD Negeri…

20 hours ago

Unimal Perkuat Komunikasi Kader Gampong Paloh Punti untuk Tekan Stunting

LHOKSEUMAWE — Universitas Malikussaleh (Unimal) memperkuat kapasitas komunikasi kader kesehatan Gampong Paloh Punti, Kecamatan Muara…

20 hours ago

Viral, Jembatan Bolong Menuju SD Pedalaman Aceh Utara Membahayakan Murid

LHOKSUKON- Sebuah video berisi keluhan guru tentang jembatan sepanjang tujuh meter di Desa Riseh Tunong,…

2 days ago

Puluhan Mahasiswa Demo Walikota Lhokseumawe, Tuntut Jadup hingga Pembayaran Gaji PPPK

LHOKSEUMAWE| Puluhan mahasiswa dari Universitas Malikussaleh (Unimal) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh mendemo Wali Kota…

2 days ago

This website uses cookies.