ACEH UTARA – Sidang DPRK Aceh Utara yang batal digelar karena tidak cukup kuorum, Rabu (16/9/2019) malam dinilai tindakan memalukan. Pasalnya, dewan yang baru dilantik bulan lalu itu seharusnya menunjukan kehadiran penuh untuk sidang paripurna tersebut.
Sekretaris Jenderal, Integrity Aceh, Masriadi Sambo dimintai pendapatnya, Kamis (17/10/2019) menyebutkan sebagai anggota yang baru dilantik seharusnya dewan menujukan razin pada rakyat.
“Apa yang dipertontonkan, tidak hadir di sidang paripurna itu laku lama. Praktik lama. Memalukan. Harusnya mereka ini semangat baru, karena baru dilantik. Itu menjadi catatan penting bagi rakyat Aceh Utara,” kata Masriadi.
Dia menjelaskan, jika pun ada kisruh di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terkait penetapan wakil pimpinan dari partai itu, seharusnya sidang tidak terkendala. Persoalan internal diselesaikan internal partai politik.
“Temanya menjadi tidak penting. Kehadiran dewan dalam sidang itu yang penting. Ini baru dilantik saja sudah malas. Bagaimana rakyat bisa berharap banyak akan dewan sekarang ini. Ini preseden buruk. Seharusnya ini ditegur oleh partai politiknya,” tegas Masriadi.
Rakyat, sambung Masriadi perlu melihat kinerja dewan. Salah satunya lewat kehadiran mereka di seluruh forum parlemen itu. “Sikap dewan yang tidak hadir itu, menandakan mereka enggan membahas beragam persoalan itu. Takutnya, nanti enggan pula membahas persoalan rakyat. Padahal, mereka perpanjangan tangan rakyat,” pungkasnya.
|RI

Subscribe to my channel

