LHOKSEUMAWE – Pasca penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, banyak kalangan yang berkomentar bahwa peristiwa itu rekayasa dan telah diskenariokan.
Pengamat Terorisme Indonesia Al-Chaidar, Senin 14 Oktober 2019 mengatakan, peristiwa penusukan itu jangan dianggap remeh dan bukan diskenariokan sama sekali, karena murni dilakukan oleh kelompok Islamic State in Iraq and Syria (ISIS).
“Peristiwa itu bukan rekayasa, karena memang pelakunya ada ISIS. Jadi metode-metode penyerangan yang dilakukan oleh ISIS memang sudah berubah, sudah tidak lagi melakukan penyerangan dengan menggunakan bom,” ujar Al-Chaidar.
Al-Chaidar menambahkan, sebelum penusukan yang dilakukan terhadap Menko Polhukam Wiranto, sudah ada kasus-kasus yang dilakukan serupa, seperti penusukan yang dilakukan terhadap personel polisi di beberapa daerah di Indonesia.
Bukan hanya itu, malah sejumlah tokoh lainnya juga pernah mengalami hal yang serupa, seperti kasus penyerangan terhadap Menteri Pertahanan Matori Abdul Djalil pada tahun 2000, saat itu dirinya dibacok oleh orang tak dikenak saat berada di halaman rumahnya.
Kala itu dirinya dihampir oleh salah seorang pria yang menawarkan brosur desain interior rumah, tiba-tiba pria itu langsung membacaok bagin punggung Matori Abdul Djalil, namun berhasil mengelak.
Begitu juga pada 30 November 1957, saat rombongan Presiden Soekarno mengikuti acara malam amal di Peguruan Cikini, malah dilempari bom molotov. Peristiwa itu mengakibatkan 10 orang tewas dan 48 luka-luka, sementara Presiden Soekarnor beserta istrinya selamat.
“Mereka itu merupakan pasukan berani mati dan aneh sekali kalau ada orang yang tidak percaya dengan peristiwa itu. Pelaku penyerangan terhadap Presiden Soekarno saat itu dari kelompok Darul Islam (DI),” tutur Al-Chaidar. |TA
ACEH TIMUR - Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Aceh Timur, Rizalihadi mengatakan dalam…
LHOKSUKON- Ratusan warga Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, merubah status pekerjaan untuk merubah data dsil…
Lhokseumawe — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe…
ACEH TIMUR | Pemulihan bencana di Aceh dibayangi manuver politik. Di tengah logistik pengungsi yang…
LHOKSUKON- Sekitar 90 hektare area sawah di Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh…
LHOKSEUMAWE - Puluhan calon jemaah haji (CJH) di Lhokseumawe, Provinsi Aceh, mendatangi Kantor Kementerian Haji…
This website uses cookies.