Pondok-pondok kecil berdiri di kiri-kanan jalan lintas nasional Medan-Banda Aceh, persisnya di Desa Paru, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Jumat (27/9/2019) sore.
Pondok kayu beratap rumbia itu dipasang kayu untuk menyangkut rambutan. Per ikat dibandrol Rp 20.000-Rp 25.000. Satu atau dua mobil menepi ke biram jalan. Melihat rambutan yang digantung warna merah menyala itu.
“Ini rambutan dari Samalanga, Kabupaten Bireuen,” kata Radiah, seorang pedagang.
Desa Paru dikenal sepanjang musim menyediakan rambutan di pinggir jalan. Rambutan itu dibeli dari sejumlah daerah di Provinsi Aceh. Sehingga, terkadang harganya agak mahal. Misalnya, jika harga dipasar hanya Rp 15.000, di lokasi itu bisa Rp 20.000 per ikat.
“Kan ambil laba sedikit. Kita beli jauh, dikirim kemari. Kalua rambutan di daerah ini sekitar bulan depan baru panen,” katanya.
Kelebihan rambutan yang dijual di Paru yakni segar. Tidak ada pedagang yang menjual rambutan yang kulitnya mulai layu. Agar tetap tahan lama, maka rambutan dijual disertai tangkai yang masih ada daun. Sehingga tahan dari paparan mentari.
Kesegaran rambutan pun dipastikan terjaga. “Kami tidak membuang semutnya. Kami biarkan jika rambutannya ada semut, itu bahkan menandakan memang ini rambutan yang masih segar dan disukai pembeli,” sebutnya.
Dalam sehari, mayoritas pedagang mampu menjual 100 ikat. Terkadang bahkan lebih. Tergantung cuaca hari itu. “Kalau hujan itu biasanya lakunya sedikit. Rambutan kan enak dinikmati selama perjalanan jika tak hujan,” sebutnya.
Salah seorang pembeli, Mahmud Irsyadi, asal Kota Lhokseumawe, menyebutkan rambutan memang menjadi khas Paru. “Ada dua khas di Paru yaitu rambutan dan coklat. Di sini juga dijual coklat segar, selain rambutan sepanjang musim,” kata Irsyadi.
Dia mengatakan setiap melintas di jalan itu selalu singgah untuk membeli rambutan. “Karena disini pasti manis, pasti enak. Nyaris tidak ada buah yang busuk. Kalua pun ada mungkin hanya satu dalam satu ikat,” katanya.
Nah, jika Anda berwisata menggunakan lajur Medan-Banda Aceh, maka singgahlah di Paru. Nikmati rasa buah rambutan sepanjang waktu. Cobalah.|KCM
ACEH TIMUR – Harapan masyarakat Desa Bhoem dan Desa Blangsimpo yang sempat nyaris padam kini…
Aceh Timur– Kesibukan sebagai kepala daerah tidak menghalangi Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I.,…
Dari Dapur Keude Geudong ke Pasar Digital, Manisnya Warisan Samudera Pasai yang Bertahan Melintasi Zaman…
ACEH UTARA – Hari pertama masuk sekolah di SD Negeri 2 Dewantara, Kabupaten Aceh Utara,…
ACEH TIMUR-Penemuan jenazah seorang bayi perempuan di aliran Sungai Arakundo, Kecamatan Simpang Ulim, Minggu (12/07/2026),…
Muara Enim – PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertanian berkelanjutan melalui…
This website uses cookies.