Categories: News

Tambang Emas Ilegal Banyak di Aceh

BANDA ACEH | Kasus penambangan emas ilegal di Provinsi Aceh marah dan dinilai merusak lingkungan. Data Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh, menyebutkan penambangan illegal terdapat di dua titik dalam Desa Lancong, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat.

Hal serupa terjadi di kawasan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Beutong Kabupaten Nagan Raya, Manggamat Kabupaten Aceh Selatan, dan kawasan Mane serta Geumpang Kabupaten Pidie.

Semua lokasi tersebut masih aktif beroperasi pertambangan emas ilegal, baik menggunakan alat berat atau mesin sedot.

“Di Kecamatan Sungai Mas, kami melihat mereka melakukan penambangan dengan menggunakan 10 unit alat berat jenis excavator dan melibatkan puluhan tenaga kerja, yang berasal dari Kabupaten Nagan raya, Pidie dan Kabupaten Pidie Jaya,” ujar Direktur Eksekutif Walhi Aceh, Muhammad Nur kepada wartawan, Kamis (15/8/2019).

Dia menyebutkan, lembaganya meminta aparat penegak hukum tidak menutup mata dan menindak tegas pelaku penambangan emas tanpa izin sekaligus perusakan hutan di sejumlah lokasi tersebut.

Secara ekologis sambungnya, keberadaan tambang emas ilegal di kawasan Sungai Mas berdampak terhadap beberapa kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat seperti Kecamatan Woyla, Woyla Timur, Woyla Barat, Arongan Lam Balek, Sama Tiga dan Kecamatan Pantai Ceuremen.

“Penambangan emas ilegal di Aceh menggunakan zat merkuri, sehingga merusak kualitas dan fisik sungai, menggunakan alat berat jenis excavator yang berada dalam kawasan hutan lindung, limbah B3 tidak terkelola dan mesin pengelohan berada di pemukiman penduduk,” terangnya.

Dia menyebutkan, penambangan emas di Aceh mulai terjadi tahun 2006. “Untuk itu perlu upaya serius penegakan hukum dan peran pemerintah untuk menghentikannya. Sebelum bencana alam lebih besar terjadi di kawasan itu,” pungkasnya. |RI|GA

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

350 Petani Sawit Aceh Timur Dapat Bantuan Rehabilitasi Pascabanjir, 411 Hektare Kebun Dipulihkan

IDI– Sebanyak 350 petani sawit swadaya di Kabupaten Aceh Timur mendapat bantuan rehabilitasi kebun kelapa…

5 hours ago

Bupati Al-Farlaky Kumpulkan Pimpinan PKS, Bahas Harga TBS, CSR hingga Investasi di Aceh Timur

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., memimpin rapat koordinasi bersama…

5 hours ago

Polisi Musnahkan 3.000 Pohon Ganja di Aceh Utara, Dua Pemilik Kebun Ditangkap

ACEH UTARA – Personel Polres Lhokseumawe memusnahkan sekitar 3.000 batang ganja yang ditanam di lahan…

5 hours ago

Temuan BPK: Biaya Operasional-Insentif Bebani Dana Zakat Rp559 Juta di Baitul Mal Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan sejumlah permasalahan terkait realisasi anggaran pada…

5 hours ago

PIM Gelar Khitanan Massal untuk 80 Anak di Lingkungan Perusahaan

ACEH UTARA – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) kembali menggelar kegiatan Khitanan Massal (Sunat Rasul)…

13 hours ago

Dari Makam Sultan Peureulak, Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Islam Pertama Asia Tenggara

Peureulak – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh…

2 days ago

This website uses cookies.