ACEH TIMUR| Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan PT Medco meninjau lokasi sumburan gas bercampur lumpur setinggi tujuh meter di Desa Seuneubok Lapang, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur, Jumat (2/8/2019).
Staf Humas BPMA Achyar Rasidi, Sabtu (3/8/2019) menyebutkan peninjauan lokasi untuk konserpasi dan mengumpul data-data terkait semburan gas bercampur lumpur itu.
Hasilnya, sambung Achyar, kadar gas CO = 0 untuk kadar oksigen, O2 209,Pengecekan itu dilakukan dengan menggunakan alat sensor GASALERTMAX XTII.
Dia menjelaskan untuk saat ini gas tersebut tidak berbahaya, tetapi kadar gas itu berpotensi mejadi pemicu api. Di sisi lain, kadar gas tersebut bisa saja berubah yang mungkin akan berbahaya.
“Penanganan ini selanjutnya akan dikaji oleh Medco,” sebutnya. Selain itu, Achyar mengimbau masyrakat tidak mengebor sumur peninggalan PT Asamera di Aceh timur.
Sebelumnya diberitakan, semburan gas bercampur lumpur setinggi tujuh meter terjadi di di Desa Seuneubok Lapang, Kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur. Sumur itu bekas milik PT Assamera. Polisi melarang warga melewati lokasi tersebut.
|RI
ACEH UTARA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di SD Negeri 2 Dewantara,…
Medan– PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan…
ACEH UTARA – Ratusan kepala keluarga (KK) penyintas banjir di Gampong Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan,…
ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., mengajak Partai Golkar memperkuat…
JAKARTA -PT Rekayasa Industri (Rekind) tengah mengawal pelaksanaan kegiatan proyek Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP)…
LHOKSEUMAWE– Sebanyak puluhan kios, rumah dan pohon tumbang diternang angin kencang di Kota Lhokseumawe, Provinsi…
This website uses cookies.