LHOKSEUMAWE | Warga kompleks Panggoi Indah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, meminta pesantren yang dipimpinannya dan guru berinisial AI dan MY ditangkap dalam kasus pencabulan santri tidak lagi beroperasi di kompleks itu. Pesantren itu, diminta untuk meninggalkan kompleks ketika masa kontrak telah habis.
“Merespon pencabutan pembekuan pesantren dari Pemerintah Kota Lhokseumawe, warga dan pengurus kompleks sudah gelar rapat. Keputusan rapat tidak lagi mengizinkan pesantren beroperasi di kompleks itu,” kata salah seorang pengurus kompleks, Aling Kamaruzzaman, dihubungi per telepon, Jumat (19/7/2019).
Dia menyebutkan, pesantren itu memiliki lahan tak jauh dari kompleks tersebut. Sehingga diminta pengurus pesantren memanfaatkan lahan mereka. “Intinya jangan di kompleks lagi. Masa sewa mereka paling lambat itu habis April 2020, setelah itu kita minta mereka meniggalkan kompleks, Kalau mereka beroperasi di lahan mereka sendiri ya silakan, itu urusan mereka, ” katanya.
Keputusan itu sambung Aling telah diteruskan ke kepala desa seterusnya ke camat dan wali kota. Sehingga diharapkan pemerintah bisa menyampaikan langsung secara resmi sikap warga pada pengurus pesantren.
“Ke pengurus pesantren yang baru juga kami sampaikan. Namun kita mintakan juga agar pemerintah menyampaikan sikap warga ini ke pengurus pesantren,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan AI dan MY ditangkap polisi atas dugaan pelecehan seksual terhadap santri di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Keduanya ditahan di Mapolres Lhokseumawe. Sejauh ini polisi sudah mendeteksi 15 santri yang diduga menjadi korban, lima diantaranya telah dimintai keterangan. |KCM
ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., mulai menjawab kebutuhan kendaraan…
Medan – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menegaskan komitmennya untuk memastikan penyaluran…
ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., memimpin Rapat Koordinasi dan…
ACEH UTARA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di SD Negeri 2 Dewantara,…
Medan– PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan…
ACEH UTARA – Ratusan kepala keluarga (KK) penyintas banjir di Gampong Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan,…
This website uses cookies.