JAKARTA | PT Rekayasa Industri (Rekind) bersama mitra joint operationnya PT Timas Suplindo, tengah mempersiapkan terobosan baru dan berani dengan meniadakan ACWP (Auxiliary Cooling Water Pump) dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak unit 7 1×40 MW, di Bogor, Jawa Barat.
Langkah inovasi berani itu, mungkin tidak hanya pertama di Indonesia, tapi juga di dunia, karena ACWP dikenal berperan vital untuk mengalirkan air pendingin ke komponen-komponen kritikal pembangkit panas bumi yang membutuhkan suhu stabil agar tidak mengalami overheating (kelebihan panas).
“ACWP kami tiadakan karena concern keterbatasan lahan pembangkit yang sempit. Sekalipun demikian inovasi ini tetap diarahkan pada keandalan, kinerja, dan operasionalisasi panas bumi jangka panjang,” tegas Direktur Utama Rekind Triyani Utaminingsih.
Di sisi lain, lanjutnya, kompleksitas tantangan PLTP Salak Unit 7 tidak berdiri pada satu isu tunggal. Proyek ini berada pada naungan kombinasi lokasi pegunungan, jalur akses yang terbatas, oversized cargo, cuaca, pekerjaan di dekat fasilitas existing yang tetap beroperasi dan lahan yang terbatas.
Idealnya, dalam membangun pembangkit dengan kapasitas 40 MW, lahan yang dibutuhkan lebih dari dua hektar. “Tapi lahan yang tersedia hanya 6.000 meter persegi atau sekitar 0,6 hektare. Karena itu perlu ada terobosan baru. Kalau ini sukses, akan sangat bernilai tinggi, karena menjadi salah satu PLTP yang berukuran ringkas (compact),” terang wanita yang akrab disapa Yani tersebut.
Dalam merealisasikan terobosan ini, Rekind yang dalam pengerjaan proyek berada di bawah payung JO (Joint Operation) bersama Timas selaku kontraktor utama, intens berkoordinasi dengan Fuji Electric perusahaan teknologi global asal Jepang, selaku licensor dalam proyek ini. “Fuji juga menganalisis, menghilangkan ACWP ternyata masih mungkin untuk dilakukan,” jelas Project Manager PLTP Salak 7 Dwi Novianto.
Untuk kebutuhan cooling water, lanjutnya dipasok langsung oleh Main Cooling Water Pump (MCWP). Sistemnya bekerja dengan air pendingin yang dialirkan langsung oleh satu pompa utama tanpa alat perantara, sehingga sistem menjadi lebih hemat alat, hemat tempat, dan menjadi inovasi pertama di geothermal Indonesia.
Saat ini pelaksanaan Proyek PLTP Salak Unit 7 tengah memasuki tahap penting, yaitu peralihan dari fase konstruksi menuju pre-commissioning.
Menurut Construction Manager PLTP Salak Unit 7 Rekind Bernard Enrico, pekerjaan konstruksi tidak hanya fokus pada penyelesaian fisik, tetapi juga memastikan seluruh instalasi sesuai standar dan siap diuji. Kegiatan yang dilakukan meliputi pengecekan kualitas instalasi, kesiapan sistem, pengujian awal, penyelesaian daftar perbaikan (punch list), kelengkapan dokumen serah terima (turnover), serta persiapan fasilitas untuk proses commissioning.
Seluruh material utama dan peralatan besar sudah tersedia di lokasi proyek. Pekerjaan instalasi terus berjalan di berbagai area, seperti mechanical, piping, electrical, instrumentation, serta fasilitas pendukung lainnya. Bersamaan dengan itu, lanjutnya, Tim JO juga memastikan seluruh material dapat ditelusuri (traceability), terjaga kondisinya (preservation), serta telah melalui proses inspeksi dan pengujian sesuai spesifikasi, gambar yang disetujui, Inspection and Test Plan (ITP), dan ketentuan vendor. Hal ini dilakukan agar pekerjaan dapat selesai dengan benar sejak awal (right first time).
“Tantangan utama pada tahap ini adalah menyelaraskan penyelesaian konstruksi dengan kebutuhan pre-commissioning tanpa mengurangi standar quality dan HSE,” tandas Bernard.
Untuk itu, tim menerapkan pendekatan berbasis sistem dan commissioning package, termasuk verifikasi ITP (Inspection & Test Plan), penyelesaian punch list, penyusunan dokumen mechanical completion, serta readiness review sebelum kegiatan seperti testing, flushing, energization, dan pre-commissioning dimulai.[]
ACEH TIMUR – Memasuki tahun kedua pemerintahan, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menegaskan pentingnya…
LHOKSUKON – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, menggelar…
Bangkalan – PT Pupuk Indonesia (Persero) mengimbau seluruh Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) di…
BANDA ACEH – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., kembali mendapat apresiasi atas…
LHOKSUKON — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara kembali mengusulkan anggaran miliaran rupiah untuk pengadaan sepeda motor bagi…
Mojokerto - PT Pupuk Indonesia (Persero) menyampaikan bahwa Perusahaan siap perkuat penyaluran pupuk bersubsidi di…
This website uses cookies.