Categories: News

Bantu Anak Kami Pindah dari Pesantren Ini…

PULUHAN orang tua santri mendatangi kompleks Pesantren AN, di Kompleks Panggoi Indah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Jumat (12/9/2019). Kedatangan mereka seiring ditangkapnya AI dan MY, pimpinan dan guru pesantren tersebut oleh penyidik Polres Lhokseumawe.

Keduanya diduga mencabuli santri yang menimba ilmu di pesantren terpadu itu. Lembaga itu menyewa delapan rumah dalam kompleks tersebut. Sebagian dijadikan asrama, sebagian lagi dijadikan ruang belajar dan mengajar.

Di sana juga dididirkan madrasah tsanawiyah dan aliyah. Mereka datang untuk mengambil barang anak-anaknya. Sebagian lagi meminta kejelasan uang yang telah disetorkan sebagai biaya pendidikan anak ke pesantren tersebut.

“Anak saya sudah kelas tiga aliyah. Delapan bulan lagi sudah selesai. Bantu kami pak, buat anak saya pindah dari pesantren ini ke sekolah lain. Tapi, saya tidak punya biaya. Kendalanya di biaya,” kata seorang ibu, yang tak mau menyebutkan namanya.

Ucapan itu disampaikan kepada Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Kota Lhokseumawe, Muslem, yang datang mendengar keluhan orang tua wali. Orang tua lainnya meminta agar uang yang telah diserahkan sebagai uang pangkal pendidikan bisa dikembalikan. Agar uang itu bisa digunakan untuk memasukan anaknya ke sekolah lain.

“Anak saya baru masuk tahun ini. Saya datang buat meminta uang kembali. Anak saya akan saya pindahkan ke sekolah lain,” sebut seorang bapak, tanpa mau menyebutkan namanya.

Dua hari terakhir, tercatat 70 orang tua datang mengunjungi pesantren. Di sana ada tim Pemerintah Kota Lhokseumawe yang mencatat keperluan orang tua santri. Kepala Humas Pemerintah Kota Lhokseumawe, Muslem, menyebutkan saat ini masih mendata seluruh keperluan santri di pesantren tersebut.

“Misalnya, mereka mau pindah. Kita bantu administrasi pemindahan ke sekolah lain. Terpenting data dulu,” katanya. Hingga siang ini, sambung Muslem, pihaknya belum menerima berapa jumlah santri di pesantren tersebut.

Muslem, meminta guru pesantren yang hadir di lokasi untuk menyerahkan data itu ke Pemerintah Kota Lhokseumawe sore nanti.

“Paling telat sore nanti. Dari kemarin saya minta data itu. Tidak boleh ada yang mengatakan tidak tau data. Masak iya, pesantren tidak punya data. Kami mau data pasti seluruh santri, agar mudah mendata keperluan mereka,” kata Muslem.

Sejumlah orang tua yang hadir mengaku anaknya tidak menjadi korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan AI dan MY. Namun, mereka mengaku anaknya trauma mendengar berita penangkapan pimpinan pesantren dan seorang guru.

Sehingga tak tidak mau melanjutkan pendidikan di lembaga itu. Mayoritas mereka minta difasilitasi pindah ke sekolah lain.

“Kata pengelola pesantren sekitar 300 santrinya. Itu belum pasti. Kami terus data,” kata Muslem. Surat polisi Sebagian orang tua sudah mengangkut barang-barang anaknya dari pesantren itu.

Pengurus kompleks, Aling Kamaruzzaman, menyebutkan untuk bisa mengangkut barang, pengurus kompleks meminta orang tua untuk mengurus surat izin angkut barang ke polisi. “Kalau ada surat izin dari polisi boleh angkut barang. Kalau tidak ada, kami tidak izinkan. Nanti hilang pula barang santri. Sejauh ini sudah belasan yang angkut barang,” kata Aling.

Sebelumnya diberitakan AI dan MY ditangkap polisi atas dugaan pelecehan seksual terhadap santri di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Keduanya ditahan di Mapolres Lhokseumawe. Sejauh ini polisi sudah mendeteksi 15 santri yang diduga menjadi korban, lima diantaranya telah dimintai keterangan.

|KCM

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

350 Petani Sawit Aceh Timur Dapat Bantuan Rehabilitasi Pascabanjir, 411 Hektare Kebun Dipulihkan

IDI– Sebanyak 350 petani sawit swadaya di Kabupaten Aceh Timur mendapat bantuan rehabilitasi kebun kelapa…

12 hours ago

Bupati Al-Farlaky Kumpulkan Pimpinan PKS, Bahas Harga TBS, CSR hingga Investasi di Aceh Timur

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., memimpin rapat koordinasi bersama…

13 hours ago

Polisi Musnahkan 3.000 Pohon Ganja di Aceh Utara, Dua Pemilik Kebun Ditangkap

ACEH UTARA – Personel Polres Lhokseumawe memusnahkan sekitar 3.000 batang ganja yang ditanam di lahan…

13 hours ago

Temuan BPK: Biaya Operasional-Insentif Bebani Dana Zakat Rp559 Juta di Baitul Mal Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan sejumlah permasalahan terkait realisasi anggaran pada…

13 hours ago

PIM Gelar Khitanan Massal untuk 80 Anak di Lingkungan Perusahaan

ACEH UTARA – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) kembali menggelar kegiatan Khitanan Massal (Sunat Rasul)…

21 hours ago

Dari Makam Sultan Peureulak, Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Islam Pertama Asia Tenggara

Peureulak – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh…

2 days ago

This website uses cookies.