Categories: Parlemen

HMI : 2 Tahun Irwandi-Nova Minim Terobosan Pembangunan Aceh

ACEH UTARA | Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lhokseumawe – Aceh Utara menilai dua tahun Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Irwandi dan Nova Iriansyah, seperti kehilangan kendali. Padahal, masyarakat Aceh berharap terobosan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Bahkan pertumbuhan ekonomi Aceh masih di bawah rata-rata nasional, yang paling megelitik silpa APBA 2018, salah satu kegagalan pemerintah Irwandi – Nova dalam menjalakan pemerintahan, hal lain menjadi sorotan Kami 15 program prioritas Irwandi -Nova hanya menjadi Ikon saja,” sebut Fahrul Razi, Ketua Bidag PAO HMI Cabang Lhokseumawe  – Aceh Utara, dalam pernyataan tertulisnya Sabtu (6/7/2019).

Fahrul Razi, Ketua Bidag PAO HMI Cabang Lhokseumawe  – Aceh Utara BAKATA.id | Dok Pribadi

Semberaut Pemerintah Aceh sambungnya, pasca ditangkap Irwandi semakin menjadi-jadi. Kesenjangan semakin besar, kemiskinan semakin tinggi dan penganguran terbuka semakin banyak.

“KEK Arun yang sampai saat ini belum ada kejelasan dimulai pembangunan, Terowongan Gurete yang hanya dalam wacana, Rumah sakit Regional yang tak jelas kapan di mulai, lembaga -lambaga yang di amanatkan MOU seperti KKR, BRA dan Wali Nanggro masih luput dari perhatian pemerintah Aceh menjadi sorotan penting bagi kami,” terangnya.\

Hal lain masih adanya kebijakan yang bersifat sensasional seperti, Intruksi gubernur terkaid LPG 3 kg, pencabutan moratorium tabang.

“Kami mendesak Pemerintah Aceh dalam rangka 2 tahun Irwandi – Nova di bawah kepemimpinan Plt Nova Iriasyah, membentut tim percepatan pembangunan Aceh agar kesejahteraan rakyat dapat terwujud, mengingatkan pemerintah Aceh ada 15 program prioritas yang dijanjikan pada rakyat Aceh dapat dijalakan semaksimal mungkin demi mewujudkan kesejahteraan rakyat, melibatkan elemen pemuda dalam setiap aktivitas pemerintah Aceh, pemerintah Aceh lebih memerhatikan Mahasiswa dalam daerah dengan membantu beasiswa bagi mahasiswa demi mepercepat program Aceh Carong, memerhatikan Lingkungan Hidup dan mengevalusi Izin HGU/HTI yang tidak di kolola pihak Pemegang Izin, membuka lapangan kerja/ pemberian modal usaha secara tepat dan dalam pengawasan,” pungkasnya. |RIL

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Hadiri Khanduri Laot dan Santunan Anak Yatim, Bupati Al-Farlaky Ajak Sinergi Bangun Aceh Timur

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si menghadiri kegiatan Khanduri Laot…

14 hours ago

Helikopter Water Bombing Padamkan Tumpukan Kayu Sisa Banjir di Aceh Utara

LHOKSUKON- Helikopter water bombing akhirnya berhasil memadamkan api di tumpukan kayu sisa banjir Desa Babah…

1 day ago

Aceh Utara Usulkan 200 Formasi CPNS Tahun 2026

LHOKSUKON– Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mengusulkan sebanyak 200 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil…

2 days ago

Kontraktor Pembangunan Huntap Korban Banjir Mengeluh Harga Semen Mahal di Aceh Utara

LHOKSUKON – Kontraktor pembangunan hunian tetap (Huntap) untuk penyintas banjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi…

2 days ago

Bukti TJSL Berdampak Nyata dan Berkelanjutan: Rekind Raih 2 Penghargaan Top CSR Award 2026

JAKARTA | PT Rekayasa Indsutri (Rekind) memperoleh dua penghargaan di ajang Top CSR Awards 2026.…

2 days ago

Kebakaran Kayu Sisa Banjir Belum Dipadamkan, Warga Minta Diberi Alat Berat Agar Api Tidak Menyebar

LHOKSUKON– Memasuki hari ketiga, kebakaran kayu sisa banjir di Desa Babah Buloh, Kecamatan Sawang, Kabupaten…

2 days ago

This website uses cookies.