ACEH UTARA | Badan Metreologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kantor Stasiun Bandara Sultan Malikussaleh, Kabupaten Aceh Utara mendeteksi jumlah titik panas bertambah di Aceh menjadi delapan titik dan tersebar di Aceh Utara dan Aceh Timur.
Delapan titik itu tersebar satu titik di Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, serta di Kecamatan Serbajadi, dan Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur masing-masing tiga dan empat titik. Sebelumnya pekan lalu, BMKG hanya mendeteksi empat titik di Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Utara.
Prakirawan BMKG, Adil, Minggu (14/4/2019) , menyebutkan penyebab titik panas itu diduga karena curah hujan yang terbilang sedikit dalam beberapa hari terakhir di dua kabupaten itu.
“Jumlah hujannya sedikit di sana, kelembaban udara yang kurang dari 60 persen, temperature diatas 33 derajat selsius yang berdampak pada terbakarnya dedaunan kering dan ilalang,” sebut Adil.
Dia mengimbau, masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar hutan. Pasalnya, kekeringan yang terjadi akhir-akhir ini berpotensi api cepat membesar dan dikhawatirkan dapat terjadi kebakaran lahan.
“Kita imbau agar menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar hutan,” pungkasnya.
|KCM
IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh…
KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, belum memiliki seragam sekolah dan…
Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta seluruh camat agar memerintahkan para…
Takengon — Kebangkitan sektor pariwisata di Aceh Tengah pasca bencana longsor dan banjir bandang hingga…
LHOKSUKON - Sebanyak dua jembatan yang amblas karena banjir November 2025 lalu hingga hari ini,…
IDI RAYEUK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, resmi memberlakukan Work From Home (WFH)…
This website uses cookies.