Categories: Uncategorized

Ini Dia, Peneliti Kopi Kaskara Bertaraf Internasional dari Aceh

Banyak publik mengetahui bahwa pengolahan kopi hanya menggunakan biji kopi(coffee) saja, namun temuan dari salah sorang peneliti dari Universitas Malikussaleh kulit kopi juga bisa diolah menjadi bahan minuman yang lezat.

Sebenarnya penelitian yang dilakukan ini berangkat dari kearifan yang hidup di masyarakat petani kopi seperti di Gayo, meskipun di negara lain seperti Brazil, Vietnam, dan Chili telah lebih dulu menggalakkan.

Ismadi mengangkat itu sebagai penelitian karena pemamfaatan kulit kopi semakin tidak digunakan lagi karena menganggap kulit kopi sebagai limbah pertanian. Sejumlah 40 persen dari kulit kopi ini menjadi sampah yang malah mencemari lingkungan seperti air dan udara. Saat ini pemanfaatannya masih sedikit, lebih banyak dibuang daripada pemamfaatannya.

Penelitian ini awalnya berangkat dari pemikiran dan ide Mohammad Charis, warga Aceh Tengah yang bekerja di Koperasi Baburrayan. Ismadi melihat ide brilian Mohammad Charis ini dapat dikembangkan lebih lanjut.

Salah satu penelitian kolaboratif ini adalah upaya memproduksi massal sebagai minuman kemasan kotak ala teh yang kita kenal selama ini. Penggunaan kulit ampas kopi yang dalam Bahasa Inggris disebut cascara atau dalam bahasa Indonesia diubah menjadi kaskara.

Proses penelitian ini telah dilakukan selama dua tahun dan secara teknologi telah ditemukan. Proses titik kritis penggunaan kulit kopi ini adalah pada teknik pengupasan kulit dan penjemuran. Penjemurannya tidak dilakukan secara konvensional yang terpapar matahari langsung tapi melalui green house (rumah kaca) untuk mendapatkan hasil yang bagus, dengan rasa yang enak, dan keharuman yang terjaga.

Ismadi, yang berhasil mendapatkan gelar doktor dari IPB pada 2012 ini mengatakan bahwa penelitian ini masih berlanjut untuk penyempurnaan teknologi dan penciptaan varian produk dengan cita-rasa lebih tinggi. Penelitian ini juga sudah mulai menghitung tentang kalori dan kandungan penting lainnya seperti antioksidan.

“Rasanya pun sebenarnya fruity. Ketika ditambahkan gula dengan takaran tertentu akan menimbulkan rasa seperti madu. Ada after-taste yang berbeda dengan minum kopi biasa, yang lagi penting adalah minuman ini lebih rendah kafein dan lebih nikmat seperti minum teh,” ungkap Ismadi ketika diwawancarai Unimalnews, Sabtu (6/4/2019).

Sosok asli Reulet yang juga pernah menjabat sebagai Kabag Akademik Unimal (1997-1999) dan Pembantu Dekan I Fakultas Pertanian Unimal (2005-2007) juga pernah melakukan penelitian tentang alpukat, durian, dan manggis. Sebenarnya dengan keahilan ini Ismadi lebih tepat disebut sebagai pomologist atau ahli tanaman buah.

Dengan anjuran diversifikasi pangan seperti yang dianjurkan pemerintah, upaya menekankan untuk makan buah lebih banyak dibandingkan karbohidrat. “Padahal fungsi buah yang paling penting adalah antioksidan (penangkal radikal bebas yang potensial menyebabkan tumor, kanker, dan pembuluh,” tandas Ismadi. |RIL

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Hadirkan Pasar Murah untuk 1.000 Warga di Padang

Padang– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung…

1 day ago

Bupati Aceh Utara ; Tunda Aturan Desil Hingga Juli demi Akses Berobat Warga

ACEH UTARA — Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, SE., MM., menyampaikan pernyataan tegas dalam…

1 day ago

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Polda Riau dalam Menjaga Ketahanan Energi

Pekanbaru – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang dipimpin oleh Executive General…

2 days ago

24.500 UMKM Rusak Karena Banjir Aceh Timur, Berharap Stimulus dari Pemerintah

IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh…

4 days ago

Derita Anak Penyintas Banjir Tamiang, Ribuan Belum Miliki Seragam dan Alat sekolah

KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, belum memiliki seragam sekolah dan…

4 days ago

Bupati Al-Farlaky Minta Camat dan Geuchik Uji Publik Ulang Data Penerima Bantuan Rumah BNPB

Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta seluruh camat agar memerintahkan para…

6 days ago

This website uses cookies.