LHOKSEUMAWE | Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyatakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun mulai diminati oleh investor dari sejumlah negara, seperti India dan Malaysia.
Rencana investasi India dan sejumlah negara lainnya telah dibahas dengan pengelola KEK Arun, PT Patna. “Saya beberapa dengan calon investor itu sudah bertemu. Teknisnya akan dibahas dengan PT Patna,” katanya.
Selain itu, sambung Nova, persoalan sewa lahan juga menjadi kendala. Regulasi yang ada mengatur hanya bisa disewa dalam lima tahun. “Saya ingin regulasi juga tepat, investor tenang, rakyat senang,” katanya.
Dia berharap PT Patna terus bekerja keras untuk menggandeng sejumlah investor dalam dan luar negeri untuk mengaktifkan KEK Arun. “Kita undang investor pada sektor strategis, seperti industri, logistik, energi, ekspor dan pariwisata,” katanya.
Saat ini, kawasan itu telah diisi oleh industri dalam negeri seperti PT Perta Arun Gas, PT Pupuk Iskandar Muda, dan PT Pembangkit Jawa Bali.
“Saya senang Perta Arun Gas mengembangkan bisnisnya, itu menjadi menjadi faktor pendukung terhadap kemajuan kawasan KEK Arun Lhokseumawe dan Aceh pada umumnya,” ujar Nova Iriansyah. |KCM
LHOKSEUMAWE — Bursa pemilihan Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) periode 2027–2030 mulai mengerucut. Hingga penutupan pendaftaran, enam…
Padang – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) gerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan…
ACEH UTARA – Ribuan masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Utara memadati kawasan Kantor Bupati…
LHOKSUKON - Sebanyak 14 unit rumah untuk penyintas banjir di Desa Abeuk Reuling, Kecamatan Sawang,…
BANDA ACEH – Kebijakan TVRI Aceh merumahkan 17 kontributor di sejumlah kabupaten/kota di Aceh menuai…
Reza Angkasah terlihat kesal bukan kepalang siang itu, Jumat (11/9/2026). Direktur CV Raya Enginering Aceh…
This website uses cookies.