Categories: Edukasi

Kisah Umi Malaysia, Ibu 55 Tahun Kuliah di Aceh

NORIZAN (55) asal Malaysia menjadi mahasiswi tertua di Jurusan Hukum Keluarga Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh. Perempuan akrab disapa Umi Malaya ini menargetkan lulus kuliah dengan cepat dan ingin melanjutkan S2.

“Umi di sini diberi waktu 2,5 tahun untuk menyelesaikan kuliah. Tapi Umi menargetkan selesai dalam 2 tahun saja. Setelah ini langsung lanjut S2,” kata Umi Malaya saat ditemui di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rabu (20/3/2019).

Umi mengaku akan lebih giat belajar agar memperoleh Indeks Prestasi (IP) tinggi. Pada semester satu, IP-nya 3,91.Sebelum masuk kelas, Umi biasanya mempelajari lagi bahan kuliah yang sudah diajarkan.

“Yang penting di sini tidak boleh malas. Harus punya target. Dulu berpikir dapat C aja cukup, tapi waktu sudah masuk kuliah harus dapat nilai A,” jelas Umi Malaya.

Meski usianya sudah menginjak kepala lima, Umi masih menyimpan cita-cita tinggi dalam hal pendidikan. Dia ingin cepat selesai S1 untuk melanjutkan S2 hingga doktor.

“Kalau masih sehat badan dan pikiran waras saya harus siap S3 sebelum umur 65,” ungkap ibu enam orang anak ini.

Menurut Umi, saat pertama sekali mengutarakan keinginan melanjutkan kuliah, keenam anaknya memberi respon positif. Bahkan, mereka semua mendukung ibunya menjadi sarjana.

Selama duduk di bangku kuliah, Umi beraktivitas layaknya mahasiswa lain. Ketika ada waktu luang, Umi memanfaatkannya untuk bermain bola voli dan pingpong.

Selain itu, para mahasiswa di UIN Ar-Raniry Aceh juga berteman akrab dengan Umi. Kadang-kadang, Umi menjadi “ibu” tempat mahasiswa lain mencurahkan hatinya.

“Pernah ada mahasiswa yang dimarahi dosen kemudian curhat sama Umi. Setelah Umi beri motivasi, dia kembali kuliah,” kata Umi. |DTC

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Dari Makam Sultan Peureulak, Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Islam Pertama Asia Tenggara

Peureulak – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh…

21 hours ago

DLH dan Dinkes Temukan Pengelolaan Limbah SPPG Puenteut Belum Sesuai Regulasi

LHOKSEUMAWE – Pengelolaan limbah di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Masjid Puenteut, Kecamatan Blang Mangat,…

2 days ago

Jaringan Irigasi Rusak Akibat Banjir, Pemkab Aceh Timur Usulkan Normalisasi DI Jambo Aye di Pante Bidari

IDI – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura mengusulkan normalisasi jaringan…

3 days ago

Bupati Al-Farlaky Sambut Tim BPK Pada Entry Meeting Pemeriksaan Terperinci TA 2025

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., sambut dan membuka kegiatan…

3 days ago

Mantap, Rekind Bukukan 380 Juta Lebih Jam Kerja Tanpa Kecelakaan

PT Rekayasa Industri (Rekind) menorehkan catatan penting dalam komitmennya terhadap keselamatan kerja, dengan mencatatkan pencapaian…

3 days ago

Status Dosen PPPK: Momentum Kebijakan Presiden Prabowo untuk Menutup Celah Ketidakadilan Struktural

Oleh: Dr. BukhariPraktisi Hukum di Lhokseumawe, Aceh Keputusan Komisi X DPR RI yang menyatakan persetujuan…

4 days ago

This website uses cookies.