ZU ayah angkat korban pembunuhan M Amin alias Bambang (26) yang mayatnya ditemukan di dekat tempat pembuangan sampah Desa Lagang, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, 9 Maret 2019, lalu mengaku tidak menyesal membunuh anak angkatnya itu. Pasalnya, warga Kabupaten Bireuen itu menduga akan membahayakan istrinya, jika anak angkat itu bersamanya.
“Saya adopsi sejak usia 3 tahun dari kakaknya. Pernah saya mau kembalikan, ternyata di Pematang Siantara sana, ayah, ibu dan kakaknya sudah meninggal dunia. Jadi, saya tak punya pilihan lain kecuali membesarkannya,” kata ZU di Mapolres Lhokseumawe, Rabu (13/3/2019).
Dia menyatakan khawatir Bambang akan memperkosa atau memukul istrinya. Tindakannya selama ini, dinilai ZU membahayakan keluarganya. “Saya takut dia pukul istri saya dari belakang atau dia perkosa istri saya. Dia anak yang banyak kurangnya,” terangnya.
Menurutnya anak itu mengalami keterbelakangan mental, sehingga dia meminta temannya SY membunuh Bambang dan membuangnya ke lokasi penampungan sampah. “Saya tidak menyesal.Dari pada istri saya berbahaya, lebih baik saya akhiri saja,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan M Amin ditemukan tewas dalam kondisi membusuk di dekat penampungan sampah Kabupaten Aceh Utara. Awalnya polisi menduga meninggal dunia secara normal. Begitu pemeriksaan intensif dilakukan diketahui ayah angkat korban sebagai otak pembunuhan itu. ZU ditangkap setelah diintrogasi di kantor polisi dan SY ditangkap di Pematang Siantar, Sumatera Utara, 12 Maret 2019.|KCM
TAKENGON – Fairuz Hotel by Calandra Takengon menghadirkan promo spesial bertajuk AFTER SCHOOL Holiday sebagai…
LHOKSEUMAWE – Sebanyak enam mobil dinas dari sejumlah dinas masih dikuasai oleh pensiunan Pegawai Negeri…
LHOKSUKON– Sebanyak 250 karya fotografi bertema destinasi wisata Aceh dipamerkan di halaman Aula Fakultas Ilmu…
Aceh Timur – Turnamen Piala Bupati Aceh Timur Cup II resmi berakhir dengan penuh kemeriahan…
Kutacane– Sebagai badan usaha yang mendapat penugasan dari Pemerintah, PT Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen…
Merintis sebagai petani melon sejak tujuh tahun lalu, kini ia membagikan ilmunya dan mengajak anak…
This website uses cookies.