Categories: News

Akhirnya Pupuk Asean Beraktivitas Kembali

ACEH UTARA | PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM) Aceh Utara resmi mengakuisisi PT Aceh Asean Fertilizer (PT AAF) pada 31 Desember 2018 lalu senilai Rp 624 miliar. Pembelian itu termasuk kompleks pabrik dan 105 unit perumahan karyawan.

Direktur Utama PT PIM Aceh Utara, Husni Achmad Zaki, dalam konferensi pers di Kompleks Pabrik PIM, Aceh Utara, Senin (25/2/2018), setelah membeli pabrik yang sahamnya dimiliki oleh negara-negara Asean itu, PIM mulai membersihkan lahan pabrik dan perumahan.

BACA JUGA : Nah Lo, 11 Eks GAM Polisikan Sandiaga Uno

“Rencana kita akan aktifkan pabrik H2O2 dan dua tangki ammonia ek PT AAF itu. Pembelian itu diharapkan menunjang langkah bisnis perusahaan ke depan, kita mulai tahun 2019 ini,” sebut Husni.

Direktur Utama PT PIM Aceh Utara, Husni Achmad Zaki, dalam konferensi pers di Kompleks Pabrik PIM, Aceh Utara, Senin (25/2/2018).

Dia menjelaskan, aset yang dibeli merupakan aset yang jelas status hukumnya dari likuidator. “Rumah di kompleks perumahan AAF itu kan jumlahnya banyak. Sebagian sudah dijual oleh likuidator ke eks karyaan AAF. Jadi, itu tak termasuk yang dibeli. Kita beli hanya 105 unit saja,” terangnya.

Direncanakan, kompleks perumahan itu akan dibenahi dan diberikan ke karyawan PT PIM. Dalam jangka panjang, sambungnya, bisa jadi PIM akan membangun rumah sakit yang refresentatif untuk melayani kesehatan masyarakat di ujung barat, Kabupaten Aceh Utara itu.

“Kami berharap, langkah bisnis PIM semakin maju ke depan, dengan mendirikan pabrik pupuk NPK dan mengakuisisi AAF. Semoga perusahaan ini semakin maju dan bisa berkontribusi lebih baik untuk menjaga ketahanan pangan di tanah air. Jika dulu ada anggapan lampu semakin meredup di Krueng Geukuh seiring berhentinya industri, ke depan kami ingin menyalakan lampu itu lagi,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, komposisi kepemilikan awal AAF adalah pemerintah Indonesia yang diwakili PT Pupuk Sriwidjaja (60%), Thailand yang diwakili Departemen Keuangannya (13%), Malaysia yang diwakili Petronas (13%), Filipina diwakili oleh National Fertilizer Corporation of Philippine (13%), dan Singapura diwakili oleh Temasek Holding Pte Ltd (1%). Perusahaan itu berhenti beroperasi sejak tahun 2003 seiring kendala bahan baku gas untuk memproduksi pupuk urea. |KCM

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Rekind Tegaskan Komitmen K3, Proyek Salak Unit 7 Capai 2 Juta Jam Kerja Aman

JAKARTA - Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar bagi PT…

1 day ago

Bupati Al-Farlaky Hadiri Muzakarah Dayah Keude Dua

Disambut Hangat Ulama Kharismatik Aceh Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I.,…

2 days ago

Pakar UI Ajak Mahasiswa Kenali Consent dan Lawan Kekerasan Digital

Lhokseumawe — Meningkatkan kesadaran terhadap kekerasan seksual di ruang digital menjadi fokus Kuliah Umum Program…

3 days ago

Baru 1 Tahun 5 Bulan, Mualem Copot Mantan Jubir Pemenangan dari Direksi PT PEMA

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, selaku pemegang saham utama…

3 days ago

Lagi, Bupati Al-Farlaky Toreh Penghargaan ILMA 2026, Inovasi Fiskal dan Penanganan Bencana

Denpasar – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., terpilih sebagai salah satu penerima…

4 days ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Keandalan Operasional di Riau, Wakil Direktur Utama Tinjau Fuel Terminal Sei Siak

Pekanbaru – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memperkuat keandalan operasional dan…

4 days ago

This website uses cookies.