Categories: Sosok

Muadz bin Jabal: Pemegang Otoritas Keilmuan Islam

Mu’adz bin Jabal adalah sahabat Rasulullah Saw yang terkenal sebagai sosok pemikir cerdas. Semestinya ketika Rasulullah masih hidup pintu ijtihad belum dibuka, tetapi beliau justru mempersilahkan Mu’adz untuk berijtihad.

Pada waktu beliau dikirim menjadi hakim ke kota Yaman, Rasulullah sempat bertanya: “Bagaimana jika kamu tidak mendapatkan jawaban dalam Al-Qur’an dan Sunnah?” Mu’adz menjawab dengan percaya diri: “Aku akan berijtihad!”

BACA JUGA : Ini Penjelasan Camat Soal Kekeringan Ratusan Hektare Padi

Itulah keistimewaan Mu’adz bin Jabal karena dianggap memiliki otoritas keilmuan. Hingga Rasulullah pun bersabda: “Mu’adz bin Jabal adalah pemimpin para ulama di hari kiamat.”

Dalam riwayat lain, Rasulullah juga sering menyanjungnya: “Wahai Mu’adz, demi Allah aku sangat menyayangimu. Untuk kecerdasan yang kau miliki, hendaklah jangan kau lupakan untuk bersyukur dan berdoa: Ya Allah, tolonglah diriku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu dan menjadi yang terbaik hamba-Mu.”

Pesan Rasulullah ini semacam kode etik akademisi yang harus dijunjung tinggi oleh sahabat Mu’adz bin Jabal. Dus, atas dasar itu pula para ulama, kiai pesantren selalu membiasakan do’a berisi kode etik ulama itu pada saat memulai zikir sesudah shalat lima waktu.

Pengakuan otoritas keilmuan Mu’adz bin Jabal juga datang dari Umar bin Khattab. Sebelum wafat, beliau pernah ditanya seputar siapa yang akan menggantikannya sebagai Khalifah? Beliau menjawab: “Seandainya Mu’adz bin Jabal masih hidup maka aku akan mengangkatnya sebagai khalifah. Jika aku telah menghadap Allah dan ditanya alasan mengangkat Mu’adz sebagai pemimpin umat Muhammad, maka aku akan jawab: bahwa aku telah mendengar langsung sabda Rasulullah yang mengatakan Mu’adz bin Jabal adalah pemimpin para ulama di hari kiamat.”

Sekelumit kisah tentang otoritas keilmuan sahabat Mu’adz bin Jabal ini  hendaknya menjadi pembelajaran pada saat terjadi anomali cerdik-cendekiawan di zaman sekarang ini. Dikatakan anomali dikarenakan ada semacam trend generasi masa kini: alumni perguruan tinggi umum ingin jadi ustadz. Sebaliknya alumni pesantren tidak mau jadi kiai. Puncaknya, karena faktor tuntutan dan ekspektasi, banyak yang menggunakan ilmu aji mumpung untuk membangun profil diri sebagai cerdik-cendekiawan.

Otoritas Keilmuan itu penting, sebab pada dasarnya semua cabang ilmu pengetahuan lahir bukan secara tiba-tiba. Tetapi mulai dari proses panjang. Sebut saja disiplin ilmu sosiologi dan cabang-cabangnya yang lahir setelah lolos melewati wilayah otoritas antara ekonomi dan sejarah. Begitu pula fiqh berikut cabang-cabang interdisiplinernya  yang dalam Islam terbentuk sesudah berhasil melintasi antara wilayah otoritas tafsir, bahasa, dan kalam serta teologi.

Jadi, ilmu pengetahuan tak akan mungkin lahir jika tidak ada wilayah otoritas Keilmuan. Cabang-cabang disiplin keilmuan Islam bisa jadi tak akan pernah lahir jika Rasulullah tidak meletakkan dasar-dasar otoritas keilmuan melalui Mu’adz bin Jabal. Hargailah orang-orang berilmu sebab mereka mereka memiliki otoritas keilmuan di bidang masing-masing. Wallahu a’lam.

M Ishom el Saha (Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten) 

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Perkuat Peran EPC Nasional, Rekind Bangun Pabrik Soda Ash dan Amonium Klorida Petrokimia Gresik

JAKARTA -PT Rekayasa Industri (Rekind) kembali memperkuat kiprahnya dalam pembangunan industri kimia nasional melalui kepercayaan…

1 hour ago

Pertamina Patra Niaga “Cadiak Pandai Goes to School” Kukuhkan Satuan Tugas Lingkungan Sekolah, Semarakkan Hari Inovasi Indonesia di Ulakan Tapakis

Padang Pariaman– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Aviation Fuel Terminal Minangkabau…

11 hours ago

Tak Berhenti, Bupati Al-Farlaky Kembali Lobi Wamensos RI Perjuangkan Pencairan Jadup

Jakarta-- Upaya mempercepat pencairan bantuan Jatah Hidup (Jadup) bagi korban banjir di Aceh Timur terus…

24 hours ago

Ketua PCNU Lhokseumawe Bekali Santri Pemahaman Turats, Tegaskan Pentingnya Penguasaan Kitab Kuning

LHOKSEUMAWE – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Lhokseumawe, Dr. Tgk. M. Rizwan Haji…

1 day ago

Forbes DPR RI Asal Aceh Kecam Penembakan Warga Saat Pengibaran Bendera Bintang Bulan

BANDA ACEH | Ketua Forum Bersama (Forbes) DPR RI - DPD RI Asal Aceh, TA…

1 day ago

Mantan Kapolri Diduga Sadap Presiden Prabowo, Kini Dipenjara

JAKARTA – Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) diguncang kasus serius. Mantan Kapolri yang kini…

3 days ago

This website uses cookies.