Categories: News

Ini Penjelasan Camat Soal Kekeringan Ratusan Hektare Padi

ACEH UTARA | Camat Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Saifuddin, mengklaim sudah dua kali melaporkan kekeringan sawah yang dialami oleh sejumlah desa dalam kecamatan tersebut pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Kabupaten Aceh Utara. Bahkan, dia mengaku sudah menyampaikan persoalan tersebut pada sejumlah kepala desa di wilayah itu.

“Laporan ke Dinas PUPR sudah dua kali saya lakukan. Masalah kekeringan sawah ini, sangat tergantung pembukaan pintu irigasi Langkahan. Di kecamatan lain, ada yang padi sudah panen, sehingga mungkin harus ditunda dulu mengalirkan air irigasi ke Lhoksukon,” kata Saifuddin, dihubungi per telepon,Rabu (20/2/2019).

BACA JUGA : Kekeringan Ancam Ratusan Hekatre Padi Gagal Panen di Aceh Utara

Dia mengaku hanya tiga desa yang mengalami kekurangan air di area persawahan. Dalam satu desa, tidak semua sawah kering. “Hanya satu atau dua pemilik saja yang kering sawahnya. Kami harus mengaku juga, bahwa kita telat turun ke sawah selama satu bulan dari jadwal yang telah ditetapkan pemerintah. Kalau sesuai jadwal, tidak akan terjadi kekurangan air di sawah,” katanya.

Dia berharap, petani bisa memahami kondisi tersebut dan bersabar hingga air bisa dialirkan ke kawasan persawahan. Sebelumnya diberitakan ratusan hektare sawah mengalami kekeringan dan padi terancam gagal panen. Kekeringan lahan sawah yang padinya kini berusia satu bulan itu terjadi di enam desa yaitu Desa Trieng, Alue Buket, Bintang Hu, Asan, Trieng Pantang, dan Desa Buket Hagu Gampong, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Aceh Utara, Edi Anwar, menyebutkan sudah ada peraturan bupati tentang pembagian suplai air irigasi di Aceh Utara. “Jika pun masyarakat itu membutuhkan air irigasi lagi, harus dirembugkan dulu ke kecamatan. Nanti di sana dibahas bersama seterusnya ke dinas. Karena pembagian air irigasi sudah ada aturannya, itu harus kita patuhi,” sebutnya.

Apalagi sambung Edi, saat ini Aceh Utara mengalami kemarau. Sehingga debit air irigasi mengecil. “Jadi kalau ada kecamatan lain bisa kita alihkan ke Lhoksukon itu air irigasinya baru bisa kami kerjakan. Kalau tidak ada kecamatan yang bisa kita pindah, maka kami tidak bisa berbuat banyak,” pungkasnya. |KCM

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

31 Kasus Kekerasan Anak dalam Enam Bulan, Bupati Al Farlaky Siapkan Langkah Pencegahan dan Rumah Aman

Aceh Timur– Kasus kekerasan terhadap anak yang terus menjadi sorotan publik mendapat perhatian serius dari…

12 hours ago

Pertamina Patra Niaga Percepat Normalisasi Distribusi BBM di Sumatera Utara, Operasionalkan Terminal BBM dan SPBU 24 Jam

Medan – Pertamina Patra Niaga terus memperkuat upaya percepatan normalisasi distribusi BBM di wilayah Sumatera…

13 hours ago

Latih Kesiapsiagaan, PHE NSO Edukasi Anak Desa Kuala Cangkoi Tanggap Bencana

LHOKSUKON- PT. Pertamina Hulu Energi North Sumatra Offshore (PT. PHE NSO) berkolaborasi dengan Yayasan Solidaritas…

13 hours ago

Liburan Usai, Saatnya Kembali Beraktivitas Bersama Kenyamanan Residence Puri & Residence Hotel by Calandra Medan

MEDAN- Liburan telah usai, kini saatnya kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Bagi Anda yang memiliki…

22 hours ago

Bupati Al- Farlaky Lantik T. Reza Rizki Pj.Sekda Atim

Fokus Penanganan Banjir,Percepatan Kinerja Birokrasi hingga Disiplin ASN Aceh Timur– Bupati Aceh Timur Iskandar Usman…

22 hours ago

Ini yang Dilakukan Rekind Group untuk Dekarbonisasi

JAKARTA | PT Rekayasa Industri (Rekind) bersama seluruh entitasnya yang tergabung dalam Rekind Group terus…

22 hours ago

This website uses cookies.