Categories: Wisata

Gutel, Makanan Tradisional Bekal Pejuang Aceh

Gutel merupakan salah satu kudapan khas Gayo yang bahan baku pembuatannya adalah tepung beras, kelapa, gula dan air. Cara pembuatannya pu sederhana, cukup dengan mencampurkan semua bahan lalu beri sedikit air kemudian mulai digumpal, selanjutnya digulung dengan daun pandan.

 

Konon, Gutel sebagai penganan untuk menahan lapar ketika musim berume  atau bersawah. Ketika musim sawah dimulai umumnya masyarakat membuat Gutel dan ketika padi telah dipanen gegaluhpun digantikan oleh Temping, yaitu kudapan khas Gayo yang dibuat dari beras yang dipipihkan.

Selain itu, Gutel juga kerap dijadikan sebagai bekal makanan saat bepergian ke dalam hutan untuk berburu atau mencari sesuatu yang membutuhkan waktu hingga berhari-hari. Dulunya orang Gayo saat belum mengenal kendaraan bermotor jika melakukan perjalanan ke pesisir atau ke tempat lain yang melintasi hutan juga dibekali Gutel. Termasuk saat akan berperang gerilya melawan penjajah Belanda dan Jepang.

Kini makanan Gutel ini mulai dilirik kembali, sejumlah kedai mulai menjualnya sebagai makanan menemani minuman kopi Aceh yang terkenal nikmatnya.  Selain itu, Gutel juga mudah ditemukan di wilayah Gayo saat hari-hari tertentu, seperti pada bulan Ramadhan, Gutel dinikmati saat buka puasa, Lebaran Idul Fitri dan Idul Adha.

Gutel terbuat dari tepung beras, kelapa, gula dan air lalu diaduk seluruh bahan-bahan tersebut setelah itu dibentuk lonjong sebesar telur ayam. Jadilah gutel. Penyajiannya dibalut dengan daun pandan. Kabarnya cara , membentuk lonjongan-lonjongan Gutel yang mempengaruhi rasanya. Karena tingkat kelezatan Gutel ini juga terletak pada tingkat kecintaan si pembuatnya.

Pengingat keluarga
Sejak jaman penjajahan, Gutel dimanfaatkan masyarakat sebagai makanan saat di medan perang. Pada saat pemberontakan DI/TII yang dipimpin Tgk. Ilyas Leube yang bergerilya keluar masuk hutan. Mereka kerap dibekali keluarga dan warga kampung dilintasi dengan memberikan Gutel.

Dikisahkan, kerap para gerilyawan menangis saat menerima kiriman atau hendak mengkonsumsi Gutel karena ingat keluarga terlebih saat memperhatikan bekas cengkeraman jari tangan sang pembuatnya. Di Gayo, Gutel sering dikaitkan dengan kata “del” yang maksudnya padat. Orang Gayo menyebut ‘Gutel Del” maka merupakan kalimat sindiran yang maksudnya adalah bodoh alias dungu.

Yang membuat Gutel ini menarik adalah karena pembuatannya yang dikemul, digumpalkan dengan kekuatan jari telanjang sekuat-kuatnya. Konon, tingkat kelezatan Gutel terletak pada tingkat kecintaan penikmatnya pada si pembuatnya. Wallahualam. |PI

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Hoax Terbantahkan! Bupati Al-Farlaky Ternyata Selalu Temui Pendemo, Bahkan Video Call Saat di Luar Daerah

Aceh Timur–Beredar isu Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menghindari pendemo adalah hoax dan tidak…

11 hours ago

Warga Lhokseumawe Pertanyakan Bantuan Banjir, Pemkot; Senin Kemarin Sudah Diajukan

LHOKSEUMAWE- Sejumlah warga Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh mempertanyakan bantuan banjir yang tak kunjung dicairkan oleh…

11 hours ago

Aceh Utara Buka Seleksi Calon Anggota Baitul Mal, Pendaftaran Dimulai 28 September

ACEH UTARA — Kesempatan bagi masyarakat Aceh Utara untuk ikut berkontribusi dalam pengelolaan Baitul Mal…

11 hours ago

Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat, Salurkan Bantuan Masyarakat Terdampak Banjir Bandang “Galodo” di Solok

Solok– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) gerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada…

1 day ago

Menjaga Hijau di Balik Energi Bersih: Rekind Ikut Pemulihan Lahan Disposal PLTP Salak 7

SUKABUMI | PT Rekayasa Industri (Rekind) selaku anggota joint operation kontraktor pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga…

2 days ago

Lewat Garang Kids U-12, Bupati Al- Farlaky Jaring Talenta Muda Atlet Sepak bola

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si membuka secara resmi turnamen…

3 days ago

This website uses cookies.