ACEH UTARA | JAM (30) istri korban pembunuhan Jazuli Ismail (34) mengaku suaminya dibunuh oleh perampok pada 15 September 2019 sekitar pukul 02.30 WIB dinihari. Bahkan, JAM menyebut mendengar suara sepeda motor di luar rumah yang diduga sebagai pelaku pembunuhan.
Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, Iptu Rezki Kholiddiansyah, Jumat (8/2/2019) menyebutkan JAM menyebut dirinya mendengar suara sepeda motor terjatuh dan melihat pria lari dari samping rumah.
BACA JUGA : BKN Tegaskan P3K Tidak Bisa Jadi Pimpinan Tinggi
“Namun penyelidikan kita menunjukan lemah pembuktian bahwa itu perampokan. Saksi-saksi menjelaskan ada yang mengantar pelaku ke rumah itu, namun eksekusi pembunuhan itu hanya dilihat oleh JAM dan AM. Tidak ada keterlibatan orang lain sejauh ini,” kata Rezki.
Bahkan, JAM berpura-pura tidak terlibat dalam pembunuhan itu. Dia bersikukuh bahwa pelaku orang tak dikenal dan merampok rumah mereka. Dalilnya, uang sekitar Rp 3 juta hilang.
Setelah pembunuhan itu, AM, yang juga berhubungan cinta dengan JAM melarikan diri ke Medan, Sumatera Utara. Sedangkan JAM, sepekan kemudian pergi ke Banda Aceh dengan alasan acara keluarga.
Polisi menangkap keduanya di lokasi terpisah 22 Januari 2019 di Medan dan Banda Aceh. Belakangan, sambung Rezki, AM mengaku tidak ikut membunuh dalam artian membacok, menusuk dan menggorok leher Jazuli. “Namun dia yang membukakan pintu rumah untuk AM masuk membunuh Jazuli. Karena AM ini menunggu di belakang rumah, sampai suaminya tertidur. Barulah dibunuh oleh AM,”terangnya.
JAM dua hari lalu tak ingin berbincara banyak pada wartawan. Dia lebih banyak terdiam saat ditemui di Mapolres Aceh Utara. “Apapun yang saya katakana tak akan mengeluarkan saya dari sini (tahanan Polres),” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Jazuli (34) pedagang es campur asal Desa Ujong Kulam Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, ditemukan tewas di tempat tidur kamarnya. Korban ditemukan oleh istrinya, JAM (30) dalam kondisi bersimpah darah dengan leher tergorok, Sabtu, 15 September 2018 sekitar pukul 02.30 WIB. Belakangan polisi menetapkan JAM dan selingkuhannya MA sebagai tersangka. Keduanya kini ditahan di Mapolres Aceh Utara.
LHOKSUKON – Sejumlah penyintas banjir duduk di dalam hunian sementara (Huntara) di Desa Matang Bayu,…
Keuchik (Kepala Desa) Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Mansur, mendesak pemerintah…
MALAYSIA - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus memperkuat peran strategisnya dalam pengembangan pendidikan tinggi vokasi…
Padang– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung…
ACEH UTARA — Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, SE., MM., menyampaikan pernyataan tegas dalam…
Pekanbaru – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang dipimpin oleh Executive General…
This website uses cookies.