ACEH UTARA | Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, mencatat sepanjang Januari 2019, sebanyak lima warga kabupaten itu positif terkena Demam Berdarah Dengue (DBD).
Di sisi lain, tahun lalu tercatat sebanyak 43 kasus demam berdarah. Angka itu menurun dari tahun sebelumnya 2017 yang mencapai 59 kasus demam berdarah.
BACA JUGA : Datang ke Aceh, Ini Kegiatan Iriana Jokowi
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Khalmida, Kamis (31/1/2019) menyebutkan, upaya penurunan jumlah kasus demam berdarah dilakukan dengan cara membentuk kader juru pemantau jentik (Jumantik) di tingkat desa. Sehingga, gejalah demam berdarah langsung terdeteksi dan segera bisa diobati di pusat layanan kesehatan atau pusat layanan kesehatan pembantu.
“Kita bersyukur angka warga yang terkena DBD terus menurun. Skrening penderita DBD juga dilakukan oleh petugas yang khusus menangani DBD. Ini penting sekali untuk deteksi dini,” terangnya.
Upaya lainnya sambung Khalmida, pemberian zat kimia larvasidasi untuk warga dan pengasapan khusus untuk daerah yang positif ditemukan jentik aedes. Zat larvasidasi itu untuk membunuh jentik nyamuk yang terdapat dalam wadah berisi air.
“Langkah lain tentu dengan pemberantasan sarang nyamuk lewat 3M plus (mengubur, menguras dan membersihkan). Pengetahuan masyarakat tentang DBD semakin baik, itu yang menggembirakan kita,” pungkasnya. |KCM
Pekanbaru – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang dipimpin oleh Executive General…
IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh…
KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, belum memiliki seragam sekolah dan…
Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta seluruh camat agar memerintahkan para…
Takengon — Kebangkitan sektor pariwisata di Aceh Tengah pasca bencana longsor dan banjir bandang hingga…
LHOKSUKON - Sebanyak dua jembatan yang amblas karena banjir November 2025 lalu hingga hari ini,…
This website uses cookies.