Categories: Wisata

Si Manis Legit Itu Bernama Bu Grieng…

TIGA wanita paruh baya cekatan mengaduk bu grieng di atas kompor gas. Dapur nan bersih itu menjadi tempat pengolahan penganan kahas Aceh tersebut puluhan tahun lalu di Desa Paya Tengoeh, Kecamatan Simpang Keuramat, Kabupaten Aceh Utara.

Suara hentakan sendok beradu dengan kuali menggema. Mereka terlihat santai. Sesekali bahkan tertawa. Penganan tradisional itu sungguh melegenda. Kini usaha itu diteruskan Munawir Ilyas, seorang guru dan wirausaha.

BACA JUGA : Gajah Masuk ke Pemukiman, Ini Respon BKSDA Aceh

“Ini awalnya usaha turun temurun, sekarang saya yang kelola,” sebutnya Munawir, Jumat (11/1/2018).

Bahan baku bu grieng yaitu nasi ketan yang ditanah. Setelah matang, nasi itu lalu dijemur. Setelah kering, barulah digoreng. Lalu, hasil gorengan itu dicetak sesuai ukuran yang diperlukan. Bentuknya beragam, mulai bentuk bulat seperti bola, ada pula berbentuk bulat seperti piring.

“Bahkan ini masih dijadikan kue hantaran buat orang menikah. Kalau buat orang menikah itu ukurannya besar, harga satuannya tiga ratus ribu rupiah,” sebut Munawir.

Sedangkan untuk dijual ke pasar berkisar Rp 5.000 – Rp 20.000 per bungkus. Tergantung ukurannya. Dia menyebutkan, bisnis kue nan manis itu bukan semata-mata urusan untung dan rugi. Namun juga mempertahankan tradisi.

Penganan itu disebar ke seluruh kabupaten/kota di Aceh. Mudah ditemui di sejumlah minimarket dan toko souvenir. Sehingga, wisatawan kerap menjadikan penganan ini sebagai oleh-oleh.

Dalam sehari, Munawir bisa memproduksi 100 bungkus. Omsetnya per bulan tembus Rp 10 juta. “Saya bersyukur dengan capaian ini. Tentu kami terus berusaha penganan ini tetap gurih dan manis, agar enak dikunyah. Tidak keras,” sebutnya.

Usaha terus terus bertahan. Rasanya nikmat. Bisa disimpan sekitar sebulan. Dan, Munawir terus bertahan ditengah gempuran penganan modern yang siap saji di Lhokseumawe. “Ini masih menjadi penganan yang disukai oleh masyarakat Aceh dan luar Aceh,” pungkasnya. |KCM

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Hadirkan Pasar Murah untuk 1.000 Warga di Padang

Padang– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung…

1 day ago

Bupati Aceh Utara ; Tunda Aturan Desil Hingga Juli demi Akses Berobat Warga

ACEH UTARA — Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, SE., MM., menyampaikan pernyataan tegas dalam…

1 day ago

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Polda Riau dalam Menjaga Ketahanan Energi

Pekanbaru – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang dipimpin oleh Executive General…

2 days ago

24.500 UMKM Rusak Karena Banjir Aceh Timur, Berharap Stimulus dari Pemerintah

IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh…

4 days ago

Derita Anak Penyintas Banjir Tamiang, Ribuan Belum Miliki Seragam dan Alat sekolah

KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, belum memiliki seragam sekolah dan…

4 days ago

Bupati Al-Farlaky Minta Camat dan Geuchik Uji Publik Ulang Data Penerima Bantuan Rumah BNPB

Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta seluruh camat agar memerintahkan para…

5 days ago

This website uses cookies.