LHOKSEUMAWE | PT Perta Arun Gas (PAG) meresmikan penangkaran rusa totol (axis axis sp) di kompleks perusahaan itu, Desa Batuphat Barat, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Kamis (10/1/2019). Peresmian penangkaran rusa itu ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden Direktur PT Perta Arun Gas, Arif Widodo.
“Kami mendatangkan rusa totol ini dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Koordinasi dan proses perizinan mulai dilakukan November 2018 lalu. Alhamdulillah, izin diberikan oleh pihak istana untuk PAG melakukan penangkaran di Lhokseumawe, dengan memberi enam rusa, dua jantan dan empat betina,” sebut Arif.
BACA JUGA : Lima Spot Foto Paling Diburu di Buntul Rintis
Dia menjelaskan, perizinan untuk penangkaran itu juga telah diperoleh dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh dan BKSDA Provinsi Jawa Barat. PAG, sambung Arif berkomitmen untuk melestarikan keanekaragaman hayati di Lhokseumawe. Dia menyebutkan, PAG akan terus mengembangbiakan rusa tersebut di kompleks itu.
“Saya ingin, kawasan ini menjadi pembelajaran, pengetahuan dan tempat wisata bagi masyarakat sekitar. Tujuannya untuk berpartisipasi dalam melestarikan rusa totol,” terangnya.
Sekadar diketahui rusa totol berasal dari Nepal didatangkan oleh Thomas Stanford Raffles, Gubernur Jenderal Inggris tahun 1814 ke Indonesia dan ditempatkan di Istana Bogor. Saat ini, Istana Bogor memiliki 400 rusa totol.
TAKENGON – Fairuz Hotel by Calandra Takengon menghadirkan promo spesial bertajuk AFTER SCHOOL Holiday sebagai…
LHOKSEUMAWE – Sebanyak enam mobil dinas dari sejumlah dinas masih dikuasai oleh pensiunan Pegawai Negeri…
LHOKSUKON– Sebanyak 250 karya fotografi bertema destinasi wisata Aceh dipamerkan di halaman Aula Fakultas Ilmu…
Aceh Timur – Turnamen Piala Bupati Aceh Timur Cup II resmi berakhir dengan penuh kemeriahan…
Kutacane– Sebagai badan usaha yang mendapat penugasan dari Pemerintah, PT Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen…
Merintis sebagai petani melon sejak tujuh tahun lalu, kini ia membagikan ilmunya dan mengajak anak…
This website uses cookies.