ACEH UTARA – Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Aceh Utara, Zulkifli, S.Ag., M.Pd, memimpin langsung pelaksanaan lomba enggrang (Ek Geunteut) dalam rangkaian peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 yang berlangsung di kawasan Kantor Bupati Aceh Utara, Rabu (9/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Zulki turut mengawasi jalannya perlombaan serta memberikan motivasi kepada para peserta.
Lomba yang menjadi bagian dari agenda budaya Piasan Pasee itu berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari para pelajar. Sebanyak 24 peserta dari berbagai SMA sederajat di Kabupaten Aceh Utara ambil bagian dalam perlombaan yang mengangkat kembali permainan tradisional khas masyarakat Aceh tersebut.
Suasana kompetisi berlangsung seru. Sorak-sorai pendukung dan pengunjung yang memadati arena perlombaan menambah semarak kegiatan yang digelar sebagai salah satu upaya mengenang kejayaan Kerajaan Samudera Pasai sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah.
Zulkifli mengatakan, pelaksanaan lomba enggrang tidak hanya bertujuan menghadirkan hiburan dalam peringatan Milad Samudera Pasai, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda agar tidak melupakan permainan tradisional yang sarat nilai kebersamaan, ketekunan, dan sportivitas.
Menurutnya, permainan tradisional seperti enggrang memiliki nilai positif dalam membentuk karakter pelajar karena menuntut keseimbangan, keberanian, fokus, serta semangat pantang menyerah dalam menghadapi tantangan.
Setelah melalui sejumlah babak penyisihan hingga final yang berlangsung ketat, Muhammad Ikbar dari SMAN 2 Sawang berhasil tampil sebagai juara pertama. Sementara Ahmad Rafi Akbar dari SMAN 1 Lhoksukon meraih juara kedua dan Fajar Ramadhan dari SMAN 1 Dewantara menempati posisi juara ketiga.
Para pemenang menerima trofi, piagam penghargaan, dan uang pembinaan. Juara I memperoleh hadiah sebesar Rp1 juta, Juara II Rp750 ribu, dan Juara III Rp500 ribu.
Zulkifli berharap lomba permainan tradisional dapat terus menjadi agenda rutin dalam berbagai kegiatan daerah, sehingga nilai-nilai budaya lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Peringatan Milad Samudera Pasai bukan hanya mengenang sejarah kejayaan masa lalu, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat identitas budaya masyarakat Aceh Utara. Lomba ini bukan sekadar mencari juara, melainkan upaya bersama menjaga dan mewariskan warisan budaya Pasee agar tetap lestari sepanjang masa,” Pungkasnya. |ADVERTORIAL
BANDA ACEH – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., mengajak generasi muda yang…
SIBORONG-BORONG – Calandra dan Sativa Management bersama Queen Parrona Hotel Siborong-Borong resmi menandatangani komitmen Budget…
LHOKSEUMAWE – Rangkaian Pekan Kreativitas Mahasiswa Nasional Universitas Malikussaleh Bidikmisi Competition (PKMN UBC) Jilid VI…
#Dukung Pembangunan Masjid Baitul Hidayah Rp100 Juta ACEH TIMUR – Jembatan Keude Ong yang menghubungkan…
ACEH UTARA – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian situs bersejarah dan…
LHOKSEUMAWE – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kembali memperkuat komitmennya dalam pengembangan riset, inovasi, dan kolaborasi…
This website uses cookies.