Malaysia – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kembali menegaskan kiprahnya di panggung internasional melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) dalam ajang International Conference on Research, Innovation, Sustainability and Education (iRiseCon) 2026 yang berlangsung di kampus Politeknik Seberang Perai (PSP), Pulau Pinang, Malaysia.
Kegiatan iRiseCon 2026 ini merupakan forum kolaborasi internasional yang melibatkan berbagai institusi pendidikan tinggi, di antaranya Politeknik Seberang Perai (PSP), Politeknik Balik Pulau (PBU), Universitas Syiah Kuala (USK), Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL), Universitas Muhammadiyah Aceh, serta STTIT Iskandar Thani. Kehadiran lintas institusi ini memperkuat ekosistem kolaborasi global dalam bidang pendidikan, riset, inovasi, dan keberlanjutan.
Direktur PNL, Dr. Ir. Rizal Syahyadi, ST., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., menyampaikan bahwa partisipasi PNL dalam forum internasional ini bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai mitra strategis dalam membangun jejaring global pendidikan vokasi.
“Penandatanganan LoI ini menjadi langkah konkret PNL dalam memperluas kolaborasi internasional. Kita ingin memastikan mahasiswa dan dosen memiliki akses terhadap pengalaman global, baik melalui program student exchange, magang internasional, maupun kolaborasi riset,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas negara seperti ini merupakan kebutuhan strategis dalam menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif dan terintegrasi secara global.
“PNL harus hadir sebagai bagian dari ekosistem global. Tidak hanya mengirim mahasiswa ke luar negeri, tetapi juga membangun jejaring yang kuat untuk transfer pengetahuan, teknologi, dan budaya akademik,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama PNL, Dr (C). Muhammad Arifai, SE., M.Acc., Ak., CPTT., CIFRS, menjelaskan bahwa LoI yang ditandatangani pada forum iRiseCon ini akan ditindaklanjuti dengan kerja sama yang lebih teknis dan terukur.
“LoI ini merupakan tahap awal. Selanjutnya akan kita turunkan dalam bentuk Implementation Arrangement (IA) atau MoA, sehingga setiap program memiliki indikator kinerja yang jelas dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan vokasi di PNL,” jelasnya.
Ruang lingkup kerja sama meliputi pertukaran mahasiswa dan dosen, program magang internasional, pengembangan kurikulum berbasis industri, serta kolaborasi riset dan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan global.
Forum iRiseCon 2026 sendiri menjadi ruang strategis bagi para akademisi dan praktisi dari berbagai negara untuk bertukar gagasan, memperkuat jejaring, serta membangun sinergi lintas institusi dalam menjawab tantangan global di bidang pendidikan dan keberlanjutan.
Melalui momentum ini, PNL semakin meneguhkan langkahnya sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi yang adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing global. Dari Lhokseumawe untuk dunia.|MUMUL
IDI RAYEUK- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI segera mendirikan Unit Pelaksana Teknis (UPT)…
ACEH TIMUR — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I, M.Si memimpin rapat evaluasi realisasi…
Medan — Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut)…
LHOKSUKON – Sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) duduk di depan laptop di hall utama Pendopo…
IDI RAYEUK — Bupati Aceh Timur, Provinsi Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyemprot vendor pembangunan hunian…
LHOKSUKON– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh memberlakukan kurikulum darurat untuk sekolah…
This website uses cookies.