Sinar matahari terasa begitu terik “membakar” pemandian Sungai Rayap, di Desa Panton Rayeuk Sa, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Selasa (24/3/2026).
Sejumlah wisatawan lokal, memadati kawasan berada di kawasan hutan Kabupaten Aceh Utara. Untuk menuju ke lokasi ini, gunakanlah rute Medan-Banda Aceh, setiba di Simpang Buloh, Cunda, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, berbeloklah ke kiri. Ikuti jalan aspal lurus itu hingga Keude Buloh Beureughang, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara.
Setiba di pusat kecamatan itu, lalu berbelok ke kiri dan ikuti jalanan lurus itu hingga melihat pamplet tulisan destinasi Sungai Rayap di sisi kanan jalan. Sekitar 30 menit berkendara dari arah Kota Lhokseumawe menuju lokasi ini.
Jalanan ini mulus dan berbatu, sisi kiri-kanan jalanan akan terlihat perkebunan sawit warga.
Setiba di lokasi, maka wisatawan akan dipungut biaya masuk Rp 5.000 per orang. Tidak ada tiket masuk yang diberikan. Sedangkan lokasi sungai turun ke bawah bukit dengan jalan tanah dan curam. Perlu hati-hati berkendara saat jalan curam ini.
Di lokasi ini, sungai jernih penuh batu menyambut. Sejumlah pondok pedagang dirikan warga lokal menyiapkan menu siap saji. Mulai dari mi instan, hingga minuman saset.
Halimah salah seorang pedagang menyebutkan, dirinya mengizinkan wisawatan duduk di sejumlah pondok yang dibangun. Lalu bayar berapa?
“Saya tidak menyewakan. Terserah pengunjung, seikhlasnya saja untuk pondok,”katanya.
Aliran sungai ini menglir pelan. Namun beberapa titik agak dalam. Namun tidak diberi tanda oleh masyarakat lokal. “Wisata ini dikelola swadaya sama masyarakat lokal. Kami imbau, jika anak berenang, harap didampingi. Agar tidak terjadi hal-hal diinginkan,” kata Halimah.
Sebagian wisatawan terlihat membakar ikan dana yam di lokasi itu. Sebagian lagi membawa bahan panganan dari rumah. “Kami tidak melarang warga datang membawa makanan sendiri. Rezeki sudah diatur sama Allah SWT,”terang Halimah.
Umumnya, wisatawan lokal ramai berkunjung setiap akhir pekan. Namun selama libur lebaran tahun ini, wisatawan mulai memadati kawasan itu siang ke sore hari.
Air pemandian ini sungguh dingin. Semilir angin sembari berenang membuat tubuh sejuk dan segar. Namun, sungai ini penuh bebatuan. Beberapa titik agar datar dijadikan tempat berenang wisatawan.
Wisatawan yang berkunjung pun beragam mulai dari Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Mereka umumnya berenang dan makan siang bersama.
“Setelah mandi dan makan siang, barulah mereka pulang. Untuk fasilitas, pemerintahan desa berencana membantu melengkapinya, sudah diukur-ukur, namun belum terealisasi,” sebut Halimah.
Ucapan Halimah benar, destinasi ini butuh dukungan dari pemerintah mulai dari fasilitas umum seperti mushalla, mandi cucu kakus (MCK) dan fasilitas pondok lebih memadai. Sehingga destinasi ini semakin diminati.
Jika anda melintas ke Aceh Utara, silakan coba kesegaran berenang di Sungai Rayap. Selamat mencoba.|KOMPAS
Mita Mulia Hotel by Calandra menghadirkan penawaran eksklusif bagi wisatawan dan keluarga mahasiswa yang berkunjung ke Banda…
Jakarta – Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat…
Aceh Timur — Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I, M.Si menginstruksikan seluruh camat di…
LHOKSUKON- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, menyatakan segera menyita kembali aset terpidana kasus…
Jakarta - Pemerintah menyampaikan bahwa tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi…
Medan– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memperkuat keandalan distribusi energi guna…
This website uses cookies.