Categories: FeaturedNews

Bupati Ayahwa Bagikan 1.123 Sapi Bantuan Presiden Prabowo untuk Penyintas Banjir Aceh Utara

LHOKSUKON- Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, akrab disapa Ayahwa membagikan 1.123 sapi untuk daging meugang bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk penyintas banjir di 852 dalam kabupaten itu, Kamis (19/3/2026). Bantuan didistribusikan sejak 19-20 Mare 2026.

“Aceh Utara mendapatkan bantuan daging meugang dari Presiden senilai Rp19,55 miliar. Uangnya sudah masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD),” sebut Ayahwa kepada Kompas.com.

Dia menjelaskan, harga sapi diperkirakan Rp 17 juta per ekor dengan daging sekitar 296 kilogram. Setiap desa menerima satu sapi, sehingga secara akumulasi toal 852 sapi. Ssianya, 271 sapi didistibusikan ke desa paling parah terdampak banjir.

“Penambahan jumlah sapi di wilayah tertentu didasarkan pada pertimbangan jumlah Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat di lokasi terdampak bencana. Saya bahkan tambahkan dengan bantuan sapi dari sumber-sumber lainnya, baik dari perusahaan atau lainnya,” ujarnya.

Sehingga, sambung Ayahwa, tetap mengacu pada prinsip keadilan untuk seluruh desa dalam kabupaten itu. Dia memastikan, seluruh sapi yang dibeli berasal dari petani lokal di Kabupaten Aceh Utara.

“Dari data dinas peternakan, meugang kali ini stok sapi lokal kita 2.192 sapi. Artinya separuh lebih sudah dibeli dengan bantuan Presiden. Ini akan menambah kemakmuran peternak lokal di Aceh Utara,” ujarnya.

Dia berterima kasih atas dukungan Presiden Prabowo Subianto atas tradisi daging meugang di Aceh. “Untuk kedua kalinya presiden membantu daging meugang warga Aceh Utara, saya ucapkan terima kasih,” tegasnya.

Sekadar diketahui, meugang merupakan tradisi sejak masa Kerajaan Aceh Darussalam dengan Raja Iskandar Muda. Dimana raja membagikan daging untuk seluruh rakyatnya, sehari sebelum ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha.

Meugang pada dua hari sebelum hari besar itu dikenal dengan sebutan meugang chek (meugang kecil) sedangkan satu hari sebelum hari besar dikenal dengan sebutan meugang rayeuk (meugang besar). Tradisi meugang masih bertahan hingga saat ini.

|KOMPAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Menikmati Tapanuli dari Balkon Kamar, Konsep “Cool Escape” Queen Parrona Hotel by Sativa

Siborongborong — Menikmati keindahan Tapanuli tidak selalu harus dilakukan dengan mengunjungi berbagai destinasi wisata. Bagi…

4 hours ago

Hoax Terbantahkan! Bupati Al-Farlaky Ternyata Selalu Temui Pendemo, Bahkan Video Call Saat di Luar Daerah

Aceh Timur–Beredar isu Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menghindari pendemo adalah hoax dan tidak…

18 hours ago

Warga Lhokseumawe Pertanyakan Bantuan Banjir, Pemkot; Senin Kemarin Sudah Diajukan

LHOKSEUMAWE- Sejumlah warga Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh mempertanyakan bantuan banjir yang tak kunjung dicairkan oleh…

18 hours ago

Aceh Utara Buka Seleksi Calon Anggota Baitul Mal, Pendaftaran Dimulai 28 September

ACEH UTARA — Kesempatan bagi masyarakat Aceh Utara untuk ikut berkontribusi dalam pengelolaan Baitul Mal…

19 hours ago

Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat, Salurkan Bantuan Masyarakat Terdampak Banjir Bandang “Galodo” di Solok

Solok– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) gerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada…

1 day ago

Menjaga Hijau di Balik Energi Bersih: Rekind Ikut Pemulihan Lahan Disposal PLTP Salak 7

SUKABUMI | PT Rekayasa Industri (Rekind) selaku anggota joint operation kontraktor pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga…

2 days ago

This website uses cookies.