IDI RAYEUK – Sebanyak 19 nelayan asal Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, ditangkap oleh otoritas laut Thailad, pada 11 Maret 2026 lalu. Informasi ini pertama kali dilaporkan Syahbandar Pelabuhan Perikanan Nusantara Idi Aceh Timur kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, Sabtu (14/3/2026) menyebutkan, 19 nelayan itu terbagi dalam dua kapal motor (KM).
Untuk KM Anak Manja 02, nelayan yang ditahan yaitu Adnan Usman (Kapten) dan Anak Buah Kapal (ABK) Maulana, Anwar, Rasyidin, Raihendy, Muzakir, Musliady, Zulkifli, Novindra, Darmadan, Saifulli, Zulkifli, Muhammad Yunus, dan Muhammad Sahputra.
Untuk nelayan di KM Jalur Gaza, mereka adalah Zarkasyi (Kapten), sedangkan Anak Buah Kapal (ABK) yaitu Hamdani, Samsul Bahri, Yahdi Kumullah dan Syarkawi.
“Kami memohon kepada Kementerian Luar Negeri RI c.q Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia untuk dapat memfasilitasi kepastian hukum dan kepastian keberadaan nelayan-nelayan tersebut saat ini,” ujar Iskandar.
Dia menyebutkan, tim Pemerintah Aceh Timur dan Syahbandar juga sedang berusaha mencari dimana keberadaan 19 nelayan itu ditahan di Thailand.
“Kita hanya tahu informasi mereka ditahan di Thailand. Belum tau lokasinya dimana, karena itu kita minta Kemlu untuk membantu,” terangnya.
Dia berharap, seluruh nelayan itu mendapatkan perlindungan hukum. Sehingga mereka bisa dibawa pulang kembali ke tanah air. “Untuk keluarga, kita juga terus berkomunikasi. Kita ingin memberikan terbaik untuk perlindungan nelayan kita,” pungkasnya.[]
Pekanbaru – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang dipimpin oleh Executive General…
IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh…
KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, belum memiliki seragam sekolah dan…
Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta seluruh camat agar memerintahkan para…
Takengon — Kebangkitan sektor pariwisata di Aceh Tengah pasca bencana longsor dan banjir bandang hingga…
LHOKSUKON - Sebanyak dua jembatan yang amblas karena banjir November 2025 lalu hingga hari ini,…
This website uses cookies.