LHOKSEUMAWE – Jamaliah Yusuf, wanita paruh baya ini satu dari 55 penyintas banjir di Desa Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh berdiri di depan hunian sementara, Kamis (19/2/2026).
Rumahnya sudah tidak bisa ditempati karena rusak dalam banjir pada 26 November 2025. Di depannya, halaman penuh tergenang air. Becek dan licin. Hunian itu dibangun oleh rekanan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan telah ditempati.
Didalam hunian terlihat dua kasur, kipas angin, tanpa tempat tidur dan lemari. Suara listrik terdengar nyaring, menandakan token hampir habis.
“Lihat sendirilah kondisinya. Tapi, ini lebih baik dibanding ditenda. Lebih baik sedikitlah,” kata Jamaliah.
Sumur bor dan toilet tersedia. Namun, sayangnya sumur bor itu kerap tak mengeluarkan air. Sehingga persediaan air bersih untuk 55 kepala keluarga di lokasi itu sangat tidak mencukupi.
“Kalau bisa dibuatkan sumur bor lain lagi. Agar airnya cukup. Kadang mau keluar airnya, kadang tidak. Untuk ke toilet saja tidak cukup airnya,” ungkapnya menahan tangis.
Selain itu,mereka juga diberi dua bungkus beras berat lima kilogram, sarden dan mi instan. “Selebihnya belum ada bantuan lain,” terangnya.
Menghabiskan ramadhan dipengungsian dengan fasilitas minimalis menjadi ujian tersendiri bagi penyintas banjir di desa itu.
Air Masuk ke Huntara
Dua hari terakhir, hujan deras melanda Kota Lhokseumawe. Penyintas banjir lainnya Yusri, menyebutkan air hujan merembes ke dalam rumah. Pasalnya, tidak dibuat pondasi hunian. Sehingga air meluber ke dalam hunian.
“Sampai sekarang dapur umum belum kami buat. Hujan begini, tidak ada lokasi yang bisa kita siapkan dapur umum. Jadi, ya masing-masing keluarga memenuhi kebutuhan sendiri,” terang Yusri.
Untuk jatah hidup sebesar Rp 15.000 per orang per hari selama 90 hari, Yusri juga mengaku belum menerimanya. Termasuk bantuan isi rumah Rp 3 juta dan bantuan pemulihan ekonomi.
“Belum ada bantuan, kami dengar saja. Data sudah lengkap. Tapi belum ada kami terima,” terangnya.
Relokasi
Sedangkan untuk relokasi, mereka akan direlokasi ke kawasan Cot Gapeuh, Padang Sakti, Kota Lhokseumawe. “Kami sudah tandatangani bersedia direlokasi. Apakah sudah dibangun atau belum hunian tetap itu, kami tidak tahu,” pungkasnya.
|KOMPAS
ACEH TIMUR-Penemuan jenazah seorang bayi perempuan di aliran Sungai Arakundo, Kecamatan Simpang Ulim, Minggu (12/07/2026),…
Muara Enim – PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertanian berkelanjutan melalui…
LHOKSEUMAWE – Koperasi Keuramat Jaya Energy (KJE) FC memastikan diri sebagai kampiun Liga Eksekutif JPFC…
LHOKSEUMAWE- Pengamat Kebijakan Publik Universitas Malikussaleh (Unimal) Kabupaten Aceh Utara, Nazaruddin menilai kasus ribuan Pegawai…
IDI- IR, pelajar SMP di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh mengeluarkan curahan hatinya di depan…
Lhokseumawe– Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (Unimal) menjalani Asesmen Lapangan Akreditasi dari Badan…
This website uses cookies.