Categories: FeaturedNews

Bupati Ayahwa Akhiri Sebutan Honorer Lillahi Ta’ala di Aceh Utara…

ACEH UTARA – Matahari “membakar” lapangan upacara Landeng, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Kamis (5/1/2026). Lapangan itu bersisian dengan Kantor Bupati Aceh Utara tiba-tiba berubah serba warna biru batik Korpri (Korp Pegawai Negeri). Jilbab pun biru, celana dan rok warna hitam.

Disitulah 8.094 pegawai dengan perjanjian kerja (PPPK) Paruh Waktu dilantik oleh Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, akrab disapa Ayahwa. Suasana haru biru.

Sebagian meneteskan air mata memeluk anggota keluarga yang ikut serta menemani. Membawa istri dan anak. Bahkan sebagian turun membawa orang tua. Aneka hadiah pun turut diberikan keluarga untuk mereka yang dilantik, mulai dari buket uang, bunga, dan hadiah seperti handphone dan lain sebagainya.

Hari ini mereka melepas status honorer “lillahi ta’ala” sebutan untuk honorer yang tidak diberi penghasilan tetap per bulan. Penghasilan mereka selama ini disisihkan dari kebaikan hati masing-masing kepala dinas, badan, Puskesmas atau kepala sekolah.

Kini, mereka menerima surat keputusan (SK) bupati. Resmi diakui sebagai pegawai, walau dengan gaji seadanya sesuai kemampuan keuangan daerah. Mereka menerima Rp 200.000 per bulan, tertulis dalam surat keputusan yang diterima siang itu.

“Ini bukan soal 200.000. Dulu kami tidak diberi penghasilan yang jelas pun, kami tetap mengajar. Saya 20 tahun mengajar, lillahi ta’ala, sekarang negara mengakui kami,” sebut seorang ibu paruh baya, meminta namanya tidak disebutkan. Dia guru salah satu sekolah dasar di Kabupaten Aceh Utara.

Sementara, seorang ibu lainnya bidan di salah satu Puskesmas mengaku terharu. Surat keputusan yang dinantikan itu akhirnya tiba. “Sudah boleh pakai baju Korpri. Bukan soal uangnya, ini soal pengakuan. Manusia butuh pengakuan, dan kini negara mengakui,” katanya.

Mereka pun berkali-kali berteriak ucapan terima kasih dan menyebut nama bupati. Apalagi, perayaan itu mencapai puncaknya saat Ayahwa menyiram air lewat mobil pemadam kebakaran. Semua berseru gembira. Tak ada raut sedih sedikit pun.

“Ini amanah orang tua saya, harus ada NIP (Nomor Induk Pegawai). Jadi, saya ikuti amanah itu, soal rezeki, sampai sekarang juga hidup, bisa mapan dari usaha lainnya,” timpal pegawai administrasi salah satu kantor camat di Aceh Utara.

Dia pun mengkritik ucapan netizen (warganet) yang memandang miring pada status PPPK Paruh Waktu. “Hidup orang beda-beda, mereka tak tahu betapa kami mengabdi. Kerja itu terpenting ikhlas, rezeki urusan Allah SWT,” katanya.

Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil akrab disapa Ayahwa resmi mengakhiri sebutan honorer “lillahi taala”. Pada masa kepemimpinannya pula berani mengambil resiko mengangkat dalam jumlah besar. Angka ini urutan kedua terbesar seluruh Indonesia. Peringkat pertama ditempati Kabupaten Bogor sebesar 9.867 PPPK Paruh Waktu.

“Saya minta terpenting kita ikhas dan bersyukur. Ini bukti komitmen saya pada saudara semua. Saya sudah berjanji dan saya tepati,” kata Ayahwa.

Dia mengajak seluruh PPPK Paruh Waktu itu memberi pelayanan terbaik pada masyarakat Aceh Utara. Daerah yang baru saja dilanda kerusakan mahadahsyat banjir itu butuh sentuhan tangan pegawai yang terampil.

“Mari kita tunjukan pada rakyat, kita bangkit bersama rakyat, Aceh Utara bangkit,” terangnya.

Siang itu, jam sudah menunjukan pukul 13.00 WIB. Seremonial pelantikan telah berakhir. Namun, ratusan pegawai masih sibuk berfoto bersama dengan sejumlah kerabat. Membuat video untuk diupload ke media sosial. Jejeran papan bunga ucapan selamat memenuhi kompleks perkantoran Aceh Utara itu. Inilah akhir kisah honorer “lillahi ta’ala”

|KOMPAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Deteksi Dini Sindrom Metabolik, 70 Warga Reuleut Timu Ikuti Pembinaan Kesehatan Lansia

ACEH UTARA – Sebanyak 70 masyarakat Desa Reuleut Timu mengikuti kegiatan Pembinaan Desa Lingkungan dalam…

8 hours ago

Cegah Kanker Kolorektal, Warga Reuleut Timu Diedukasi Pentingnya Gizi Seimbang

ACEH UTARA – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola makan sehat terus dilakukan melalui…

8 hours ago

Dinsos Aceh Utara Jelaskan Rincian Penyaluran Dana Jadup Korban Banjir

ACEH UTARA – Kementerian Sosial Republik Indonesia mencatat pencairan bantuan bagi korban bencana alam banjir…

8 hours ago

Muhammad Ikbar Raih Juara I, Kadis Poraparekraf Aceh Utara; Pelajar Kita Luar Biasa

ACEH UTARA - Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Aceh Utara, Zulkifli, S.Ag.,…

12 hours ago

Gaji 3.698 PPPK Lhokseumawe Belum Dibayar, Belum Jelas Kapan Pengesahan APBD

LHOKSEUMAWE- Sebanyak 3.698 Pegawai dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh belum menerima…

13 hours ago

Stand Disporaparekraf Aceh Utara Ramaikan Milad ke-800, Zulkifli: Momentum Angkat Potensi Daerah

ACEH UTARA — Perayaan Milad ke-800 Aceh Utara tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan panjang daerah, tetapi juga menjadi panggung untuk…

14 hours ago

This website uses cookies.