Sekolah di Aceh Tamiang, Mulai di Rumah Guru, hingga Menumpang Sekolah Lain

ACEH TAMIANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh tetap menggelar proses belajar dan mengajar secara darurat pada 5 Januari 2026 mendatang.

Dinas menyiapkan scenario anak didik dapat belajar di rumah guru, kepala sekolah hingga menumpang ke sekolah lain.

“Sesuai intruksi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) kami tetap buka sekolah pada 5 Januari 2026. Walau satu murid dan satu guru yang hadir, tetap kita buka, sehingga hari berikutnya anak-anak diharapkan lebih banyak yang hadir,” terang Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Aceh Tamiang ,Sepriyanto per telepon, MInggu (4/1/2026).

Dia menyebutkan, 394 sekolah jenjang PAUD, SD dan SMP di kabupaten itu mulai melakukan pembersihan lumpur pascabanjir. Namun, mayoritas sekolah belum bisa digunakan secara utuh. Sehingga proses belajar sebagian dilakukan di salah satu ruang kelas yang telah bersih.

“Skenario lain misalnya, sekolah yang penuh lumpur dan belum berhasil kita bersihkan di SDN 1 Kuala Simpang, itu sementara waktu menumpang di SMPI Kuala Simpang, jaraknya antar sekolah itu dekat. Jadi menumpang sembari menunggu pembersihan sekolah,” terangnya.

Perlengkapan Sekolah
Selain itu, dia menyebutkan butuh tambahan perlengkapan sekolah untuk kabupaten itu. Saat ini baru tersedia 3.000 perlengkapan sekolah dari Kemendikdasmen dan 2.500 paket sekolah dari perusahaan.

“Kami tentu berharap dukungan lembaga lain untuk perlengkapan sekolah ini. Kita butuh 46.000 perlengkapan sekolah untuk jenjang TK, SD dan SMP,” harapnya.

Sebelumnya diberitakan banjir melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada 26 November 2025 lalu. Puluhan orang dilaporkan meninggal dunia. Aceh Tamiang salah satu daerah terparah terdampak banjir di Aceh.

|KOMPAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Dari Makam Sultan Peureulak, Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Islam Pertama Asia Tenggara

Peureulak – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh…

7 hours ago

DLH dan Dinkes Temukan Pengelolaan Limbah SPPG Puenteut Belum Sesuai Regulasi

LHOKSEUMAWE – Pengelolaan limbah di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Masjid Puenteut, Kecamatan Blang Mangat,…

1 day ago

Jaringan Irigasi Rusak Akibat Banjir, Pemkab Aceh Timur Usulkan Normalisasi DI Jambo Aye di Pante Bidari

IDI – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura mengusulkan normalisasi jaringan…

2 days ago

Bupati Al-Farlaky Sambut Tim BPK Pada Entry Meeting Pemeriksaan Terperinci TA 2025

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., sambut dan membuka kegiatan…

2 days ago

Mantap, Rekind Bukukan 380 Juta Lebih Jam Kerja Tanpa Kecelakaan

PT Rekayasa Industri (Rekind) menorehkan catatan penting dalam komitmennya terhadap keselamatan kerja, dengan mencatatkan pencapaian…

2 days ago

Status Dosen PPPK: Momentum Kebijakan Presiden Prabowo untuk Menutup Celah Ketidakadilan Struktural

Oleh: Dr. BukhariPraktisi Hukum di Lhokseumawe, Aceh Keputusan Komisi X DPR RI yang menyatakan persetujuan…

3 days ago

This website uses cookies.