ACEH UTARA – Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil mengintruksikan 27 camat dalam kabupaten itu mengawal distribusi bantuan hingga ke tingkat desa dan titik pengungsian.
Pasalnya, pantauannya setiap hari ke titik pengungsian, masyrakat masih mengaku kurang mendapatkan bantuan.
“Dari pagi sampai malam saya keliling, mutar terus dari desa ke desa. Pengakuan masih kurang bantuan diterima rakyat. Camat ini harus kita rubah pola, harus kawal sampai ke titik pengungsian bantuan itu,’ kata pria akrab disapa Ayahwa dalam rapat evaluasi penanganan banjir di Pendopo Bupati Aceh Utara, Minggu (28/12/2025).
Dia menyebutkan, hingga saat ini sekitar 2.000 ton lebih beras sudah dibagikan ke Kabupaten Aceh Utara. “Kok masih ada pengakuan dan laporan masyarakat ke saya, bahwa bantuan kurang. Artinya, ada yang salah pola ini, maka camat pastikan sampai ke titik pengungsian,” terangnya. Dia meminta setiap bantuan disalurkan harus dividiokan sehingga ada bukti bahwa bantuan telah sampai ke tangan masyarakat.
“Jangan sampai masyarakat mengira tidak ada bantuan, videokan posting, biar rakyat tau, desa mana saja sudah dibagikan,” tegasnya.
Dia mengingatkan agar seluruh data sesuai format dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial RI segera dilengkapi.
“Saya minta sebagian data kita kirim dulu ke Jakarta, agar bisa langsung dicarikan dan dirasakan masyarakat, misalnya dana kematian, dan lain sebagainya. Tapi saya minta, data tahap satu kita itu sudah maksimal, data tahap dua nanti jumlah presentasenya harus kecil sekali,” terang Ayahwa.
“Bagi camat, kalau ada data tidak lengkap, datangi desanya, jemput, agar segera selesai. Saya mau masyarakat korban langsung menerima bantuan dari pemerintah pusat, sesuai jenisnya masing-masing,” tegasnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli BNPB Brigjen Herman Hidayat dalam rapat itu menyetujui usulan bupati. “Data yang sudah lengkap langsung dibuatkan Surat Keputusan (SK) dari bupati. Sisanya menyusul tahap berikutnya, sehingga apa yang sudah lengkap bisa langsung dikerjakan BNPB,” pungkasnya.
Hingga saat ini 67.876 pengungsi, tersebar di 210 titik lokasi. Pengungsi terbanyak di Kecamatan Tanah Jambo Aye 54 titik pengungsian, Langkahan 50 titik, Sawang 33 titik, Baktiya Barat 22 titik, Lapang 18 titik, Baktiya dan Dewantara masing-masing 11 titik, Seunuddon dan Nibong masing-masing dua titik, dan Cot Girek dan Kecamatan Meurah Mulia masing-masing satu titik.
Kebutuhan pengungsi paling mendesak yaitu tenda keluarga, air bersih, tenda keluarga, kebutuhan dapur, pempes, kebutuhan bayi, kebutuhan wanita, dan kebutuhan ibadah.
Sebelumnya banjir terjadi pada 26 November 2025 di 18 kabupaten/kota di Aceh. Namun, khusus Aceh Utara dan Aceh Timur banjir mulai terjadi pada 22 November 2025. Kerusakan terparah dialami oleh Kabupaten Aceh Utara.
|KOMPAS
ACEH UTARA– Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil menceritakan kerusakan dua bendungan di kabupaten itu…
Aceh Utara— Sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus ungkapan rasa syukur atas perjalanan perusahaan sepanjang tahun,…
BANDA ACEH - Bupati Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Sibral Malasyi meminta pembangunan hunian sementara segera…
BANDA ACEH - Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan menyebutkan 70 desa listrik masih padam…
BANDA ACEH - Bupati Gayo Lues, Provinsi Aceh, Suhaidi menyampaikan lima kecamatan dalam kabupaten itu…
BANDA ACEH - Bupati Aceh Utara, Provinsi Aceh Ismail A Jalil akrab disapa Ayahwa mengeluhkan…
This website uses cookies.