Categories: FeaturedNews

Kisah Petani Gayo, Panggul Cabai, Tukar Beras di Lhokseumawe

Linda (40) duduk di pinggir Jembatan Cunda, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Rabu (10/12/2025) malam. Di depannya tumpukan cabai membumbung.

Matanya tajam melihat ke warga melintas. Jika kendaraan menepi dia langsung berteriak. “Cabai pak, cabai Takengon bu,” sebut Linda.

Tak mudah bagi Linda membawa cabai itu ke Kota Lhokseumawe. Dia menyebutkan kebunnya di Aceh Tengah sedang panen raya. Sehingga memaksa sejumlah petani cabai untuk membawa hasil panen mereka ke sejumlah daerah untuk dijual.

Daerah terdekat yaitu ke Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

Itu pun harus menyusuri lembah, mendaki bukit dan menurunin lereng gunung. Pasalnya, akses jalan darat penghubung Kabupaten Aceh Utara ke Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah putus total. Empat titik ruas jalan amblas pada 26 November 2025 lalu. Daerah itu kini terisolasi.

“Kami panggul cabainya pas jalan. Jika ketemu jalan yang bisa dilalui motor trail, maka kami sewa biayanya Rp 100.000 per sekali titik longsor,” katanya.

Selain itu, dia tidak sendirian. Ratusan petani lainnya melakukan hal yang sama.

“Saya tak sanggup bawa banyak, maka saya ajak warga lain. Jadi, upah untuk memanggul cabainya nanti saya belikan beras sebagai gantinya,” terangnya.

Cabai merah dijual dengan harga Rp 50.000 per kilogram, cabai rawit Rp 60.000 per kilogram. Sejak sore hingga pukul 23.00 WIB dia membuka dagangannya di lokasi itu.

“Mudah-mudahan tidak diusir sama Pemerintah Kota Lhokseumawe. Karena kami berjualan di pinggir jalan,”katanya.

Setelah terjual, maka uang itu langsung dibelanjakan untuk membeli beras, minyak goreng dan kebutuhan lainnya.

“Selama ini saya bolak balek dari Aceh Tengah ke Lhokseumawe membawa hasil panen. Rasanya badan remuk semua, tapi demi bertahan hidup, kami lakukan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan banjir merendam 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Daerah terparah yaitu Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah.

|KOMPAS

Bagikan Postingan
Sambo

Recent Posts

Genjot Pembangunan, Bupati Al-Farlaky Mulai Aspal Jalan Sungai Raya–Gajah Mentah

Gelontorkan 4,7 Milyar Anggaran Aceh Timur — Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus menggenjot pembangunan infrastruktur…

22 hours ago

Perkuat Resiliensi Pasca-Bencana, Kolaborasi Multipihak Resmikan PLTS Atap di Masjid Nurul Iman Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG— Upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus resiliensi masyarakat di wilayah rawan bencana terus dilakukan…

22 hours ago

Bupati Al-Farlaky: Rp 15 Miliar Untuk Jalan Lintas Keude Geurubak Tahun 2027

ACEH TIMUR — Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., mengatakan, pihaknya akan menggelontorkan…

3 days ago

Dukung Produktivitas Pembudidaya Ikan, Pupuk Indonesia Optimalkan Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Sumbawa

Sumbawa– PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat dukungan terhadap peningkatan produktivitas sektor perikanan melalui optimalisasi…

3 days ago

API Wilayah Aceh Gelar Kajian Bulanan Perdana, Bahas Jiwa dan Tahapan Perkembangan Manusia dalam Al-Qur’an

Asosiasi Psikologi Islam Wilayah Aceh menyelenggarakan Kajian Bulanan perdana dengan tema “Jiwa (Al-Nafs) dan Tahapan…

4 days ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terus Dorong Upaya Pemulihan Pasca Banjir Bandang “Galodo” di Kabupaten Solok

Solok – Penanganan pemulihan pasca bencana menjadi langkah yang harus masif dilaksanakan agar masyarakat dapat…

5 days ago

This website uses cookies.