SALAH seorang bidan desa di Kecamatan Geureudong Pase, Kabupaten Aceh Utara, Nurheriani, menyebutkan, dalam upaya meningkatkan program pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif ibu-ibu di daerah setempat diberikan edukasi rutin melalui Posyandu.
“Dari tim tenaga kesehatan tetap berusaha memberikan edukasi tanpa henti kepada masyarakat terkait pemberian ASI Eksklusif,” kata Nurheriani, Selasa, 15 Juli 2025.
Nurheriani menyebutkan, selain untuk ibu-ibu di Posyandu, edukasi tersebut juga di khususkan bagi ibu hamil agar nantinya ketika melahirkan jangan langsung diberikan susu pabrikan atau makanan tambahan selain ASI.
“Selalu kami serukan setiap bulannya pada kegiatan Posyandu,” tutur Nurheriani
Salah satunya seperti tradisi yang mendorong pemberian pisang agar bayi tidak rewel. Padahal hal ini kontradiktif terhadap prinsip ASI eksklusif 0 hingga 6 bulan.
Selain itu, tambah Nurheriani, rata- rata ibu disini turut menjadi tulang punggung keluarga, bekerja dari pukul 06.00 hingga 15.00 WIB, tugas parenting diserahkan pada nenek atau kakak bayi. Hal ini menyulitkan program ASI eksklusif karena proses perah dan penyimpanan ASI sering terkendala, lantaran tidak semua ibu memiliki kulkas atau cooler bag untuk menyimpan ASI perah.
Namun, tim kesehatan terus berusaha dan berharap untuk meningkatkan edukasi lintas generasi agar tradisi lokal yang kontra-produktif bisa ditransformasi menjadi budaya mendukung ASI.
“Semoga dengan terus menggelorakan ASI eksklusif ini adalah solusi terbaik, cakupan pemberian ASI di Aceh Utara juga semakin meningkat — untuk kesehatan, kecerdasan, dan masa depan anak-anak daerah,” imbuh Nurheriani.
Bayi perlu ASI eksklusif karena memiliki manfaat dan nutrisi yang penting bagi perkembangan dan kesehatan mereka.
Ibu menyusui ASI eksklusif mengandung semua nutrisi penting yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Ini termasuk protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan zat kekebalan tubuh yang penting untuk menjaga bayi tetap sehat.
Memberikan ASI eksklusif juga memungkinkan ibu menyusui dan bayi untuk terhubung secara emosional. Kontak fisik saat menyusui dapat memperkuat ikatan antara ibu dan bayi, meningkatkan rasa aman dan keintiman di antara keduanya.
Asupan yang paling baik untuk diberikan kepada Si Kecil, yaitu ASI. Selama enam bulan pertama kehidupan bayi, ibu tidak perlu memberikan tambahan asupan apa pun lagi, karena ASI sudah memenuhi nutrisi yang penting untuk tumbuh kembang bayi.
|ADVERTORIAL
LHOKSUKON- Helikopter water bombing akhirnya berhasil memadamkan api di tumpukan kayu sisa banjir Desa Babah…
LHOKSUKON– Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mengusulkan sebanyak 200 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil…
LHOKSUKON – Kontraktor pembangunan hunian tetap (Huntap) untuk penyintas banjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi…
JAKARTA | PT Rekayasa Indsutri (Rekind) memperoleh dua penghargaan di ajang Top CSR Awards 2026.…
LHOKSUKON– Memasuki hari ketiga, kebakaran kayu sisa banjir di Desa Babah Buloh, Kecamatan Sawang, Kabupaten…
Lhokseumawe- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Lhokseumawe menyalurkan dua ekor sapi qurban untuk masyarakat…
This website uses cookies.