LHOKSEUMAWE – Kejaksaan Negeri Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, menghentikan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah kuburan di Desa Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.
Penyidikan kasus ini Februari 2024 lalu dengan dugaan awal kerugian negara sebesar Rp 500 juta. Pembelian tanah kuburan itu dilakukan di Desa Alue Liem, Kota Lhokseumawe bersumber dari dana APBD Lhokseumawe sebesar Rp 1,7 miliar tahun 2022 lalu.
Kepala Seksi Intel, Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Therry Gautama, Kamis (10/7/2025) menyebutkan, tim tindak pidana khusus telah meminta Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk melakukan pengitungan kerugian negara.
Dua kali kantor itu melakukan penghitungan dan disimpulkan tidak ditemukan kerugian negara dalam kasus pembelian tanah untuk kuburan itu.
“Sudah digelar juga expose di Kejati Aceh sebanyak dua kali terhadap kasus ini. Hasilnya, disepakati memang tidak ditemukan kerugian negara dalam kasus pembelian tanah itu,” terangnya.
Setelah seluruh tahapan dilakukan, penyidik melaporkan penghentian penyidikan ke Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung RI. “Jadi mekanisme seluruhnya telah dilewati, sehingga akhirnya kasus itu dihentikan,” pungkasnya.
|KOMPAS
IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh…
KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, belum memiliki seragam sekolah dan…
Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta seluruh camat agar memerintahkan para…
Takengon — Kebangkitan sektor pariwisata di Aceh Tengah pasca bencana longsor dan banjir bandang hingga…
LHOKSUKON - Sebanyak dua jembatan yang amblas karena banjir November 2025 lalu hingga hari ini,…
IDI RAYEUK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, resmi memberlakukan Work From Home (WFH)…
This website uses cookies.