Categories: Polhukam

Teuku Zulkarnaen ; Awas, Data Pemilih Tidak Akurat

BANDA ACEH | Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh, Teuku Zulkarnaen, Ph.D, menilai masalah pendataan kepemiluan dan pemilihan masih menyisakan banyak pekerjaan rumah yang belum selesai. Setiap ada pemilu atau pemilihan, permasalahan yang dihadapi nyaris serupa.

“Masalah data pemilih, misalnya, sampai sekarang belum akurat. Setiap pemilu dank pemilihan itu-itu saja masalahnya. Padahal, sudah beberapa pemilu berlalu. Ada pemilih yang sudah meninggal, ada anggota TNI/Polri yang masih terdata sebagai pemilih, atau pensiunan yang belum masuk dalam data pemilih,” kata Teuku Zulkarnaen dalam rapat koordinasi penguatan kapasitas pengawas pemilu yang diikuti ketua, anggota, dan sekretaris Bawaslu kabupaten/kota seluruh Aceh di Banda Aceh, Kamis (24/10/2024).

Menurutnya, selain data pemilih yang belum akurat, data hasil pemilu juga sering menjadi sumber sengketa hukum karena tidak akurat, tidak jelas, serta berbeda antara yang dipegang penyelenggara teknis, saksi, dan pengawas.

“Data dan informasi di TPS (tempat pemungutan suara) sangat menentukan untuk dikonversi menjadi kursi, makanya banyak yang memainkan data di TPS,” papar mantan Ketua Bawaslu Kota Lhokseumawe periode 2018 – 2023.

Dalam kesempatan itu, Teuku Zulkarnaen juga mengkritisi pengelolaan logistik Pemilu 2024 yang belum ditangani dengan baik sehingga terjadi kesalahan pengiriman terlambat dan adanya surat suara tertukar. “Semua permasahan itu terjadi karena manajemen pengadaan, distribusi, penyimpanan, dan pengelolaan logistik yang masih kacau,” ungkap Zulkarnaen dalam kegiatan yang dipandu Wildan Zaki.

Data calon, logistik, dan data pengawasan juga menjadi masalah yang belum selesai di setiap penyelenggaraan pemilu dan pemilihan. Teuku Zulkarnaen menyebutkan perlu adanya manajemen pengelolaan data yang andal dan berkualitas, berkesinambungan, aman, serta terintegrasi dalam beberapa lembaga terkait. “Jangan sampai di satu lembaga saja, terdapat satu jenis data dalam berbagai versi,” tambahnya.

Anggota Bawaslu Kota Lhokseumawe, Ayi Jufridar, mengingatkan masalah data penyelenggara juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pemilu serta pemilihan berkualitas. Selama ini, data penyelenggara belum ada sinkronisasi dan belum dikelola dengan baik. “Tak jarang, data yang tidak akurat ini justru menimbulkan masalah bagi penyelenggara sendiri,” katanya.

Sementara anggota Bawaslu Kabupaten Aceh Tamiang, Mutia Arisa, menyarankan adanya aplikasi yang aman, tangguh, dan mudah diakses publik tentang kepemiluan dan pemilihan. Ada data yang bisa diakses publik dengan mudah dan ada data yang memang dirahasiakan. “Yang penting, data itu tidak double serta dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Mutia yang juga menjabat Koordinator Hukkum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Aceh Tamiang.

|RIL|DIMAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat, Salurkan Bantuan Masyarakat Terdampak Banjir Bandang “Galodo” di Solok

Solok– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) gerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada…

40 minutes ago

Menjaga Hijau di Balik Energi Bersih: Rekind Ikut Pemulihan Lahan Disposal PLTP Salak 7

SUKABUMI | PT Rekayasa Industri (Rekind) selaku anggota joint operation kontraktor pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga…

18 hours ago

Lewat Garang Kids U-12, Bupati Al- Farlaky Jaring Talenta Muda Atlet Sepak bola

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si membuka secara resmi turnamen…

2 days ago

Soal Jembatan Bolong Viral, Sekda Aceh Utara Perintahkan PU Segera Perbaiki

LHOKSUKON — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, segera menindaklanjuti kondisi jembatan menuju SD Negeri…

2 days ago

Unimal Perkuat Komunikasi Kader Gampong Paloh Punti untuk Tekan Stunting

LHOKSEUMAWE — Universitas Malikussaleh (Unimal) memperkuat kapasitas komunikasi kader kesehatan Gampong Paloh Punti, Kecamatan Muara…

2 days ago

Viral, Jembatan Bolong Menuju SD Pedalaman Aceh Utara Membahayakan Murid

LHOKSUKON- Sebuah video berisi keluhan guru tentang jembatan sepanjang tujuh meter di Desa Riseh Tunong,…

3 days ago

This website uses cookies.